Friday, 4 March 2016

AL SUFI SANG PENEMU MUSLIM

A.    AL-SUFI
Ø  Biografi
Abd ar-Rahman bin Umar al-sufi Abul Husayn lahir di Rayy Persia pada tanggal 14 Muharram 291 H/5 Desember 903 M. Beliau hidup di bawah pemerintahan Adud al-Dawla. Bahkan beliau tinggal di istana raja yang bertempat di Isfahan, Persia. Pada masanya beliau dikenal sebagai seorang astronom cemerlang dan merupakan salah satu cendikiawan kebanggaan sang maharaja di antara "tiga bintang". Dua lainnya adalah al-Farisi seorang ahli tata bahasa dan Ibnu al-Alam seorang pakar tentang tabel-tabel astronomi.
Pekerjaan beliau adalah menerjemahkan dan memperluas karya-karya astronom Yunani, terutama "Almagest" dari Ptolemaios, serta melakukan  koreksi terhadap daftar bintang Ptolemy. Bahkan beliau mendapat posisi sebagai penterjemah utama Astronomi Helenistik yang telah berpusat di Alexandria ke dalam bahasa Arab. Hal terbesar yang beliau lakukan adalah menghubungkan nama-nama bintang menurut penelitian yunani dan bangsa arab, serta rasi bintangnya.     
Abd ar-Rahman bin Umar al-sufi Abul Husayn wafat pada tanggal 13 Muharram 376 H/25 Mei 986 M, di Shiraz, Iran.    
Ø  Beberapa perjuangan beliau yang lain diantaranya:
1.      Mengidentifikasi "The Large Magellanic Cloud" yang pada waktu itu hanya bisa dilihat di daerah Yaman. Dan baru bisa dilihat di daratan eropa setelah pelayaran Magellan di abad ke-16.
2.      Beliau merupakan pengamat pertama perihal galaxy andromeda pada tahun 964 M.
3.      Meneliti perihal eliptika pesawat yang cenderung terhadap ekuator langit.
4.      Perhitungan yang sangat akurat perihal perhitungan masa tahun tropis.
5.      Beliau mengamati dan menggambarkan bintang-bintang, posisinya, besarnya bahkan sampai warnanya. Untuk setiap rasi beliau menyediakan dua gambar. Satu gambar terlihat dari bagian luar dan satu gambar yang lain terlihat dari bumi.
6.      As-Sufi juga merupakan seorang yang paling pertama yang mendeskripsikan lebih dari 1000 perbedaan astrolabe, seperti: astronomi, navigasi, survey, ketepatan waktu, kiblat dan lain sebagainya. Dan masih banyak lagi hasil hasil perjuangan beliau yang belum bisa disebutkan.
7.      Beliau merupakan salah seorang astronom yang sangat terkenal. Salah satu karya beliau yang menjadi masterpiece adalah Kitab Suwar al-Kawakib al-Thabita dan dalam bahasa inggrisnya berjudul Fixed Star (antara tahun 903 dan 986). Buku ini mendeskripsikan perihal tata letak bintang-bintang yang selalu pada posisinya.

Menurut sumber Islam dan Muslim Art, bahwa kitab astronom ini merupakan terjemahan dan adaptasi dari sejumlah naskah-naskah ilmiah unani semisal "Almagest" dari Ptolemaios, "Farnese Atlas" dan "Phenomena" nya Aratus.

IBNU YUNUS SANG PENEMU MUSLIM


A.    IBNU YUNUS

Ø  Ibnu Yunus adalah astronom dan matematikawan Muslim dari Mesir. Dia termasuk ilmuwan yang paling teliti dalam melakukan penelitian. Ia telah memberi inspirasi dan pengaruh bagi para astronom di dunia Muslim maupun Barat. Salah satu astronom Muslim terkemuka yang banyak menerapkan buah pemikiran Ibnu Yunus adalah al-Tusi.  Lewat Ilkhani zij yang ditulis al-Tusi, hasil penelitian  Ibnu Yunus tentang bulan dan matahari masih tetap digunakan.
Ø  Biografi
Ibnu Yunus hidup di Mesir pada abad keempat Hijriyah (abad kesepuluh Masehi). Tanggal dan tempat kelahirannya tidak diketahui secara pasti, sekalipun sebagian sumber ada yang mengatakan bahwa dia dilahirkan pada tahun341H(952M).
Ibnu Yunus mengabdikan dirinya kepada khalifah dari Dinasti Fatimiyyah bernama Al-Aziz Billah. Dia mengetahui potensi ilmiah Ibnu Yunus dan untuk itu dia selalu memotivasinya, memberinya jabatan dan membangunkan untuknya teropong bintang di gunung Al-Mugaththam.     
Setelah wafatnya Al-Aziz Billah, Ibnu Yunus melanjutkan pengabdiannya kepada anaknya, Al-Hakim Biamrillah yang disebutkan di dalam buku-buku sejarah bahwa dia mencintai ilmu dan memperhatikan ilmu astronomi. Dia juga memberikan jabatan yang sesuai kepada para ilmuwan.
dalam buku "Sirah" karangan Ibnu Hisyam, bagaimana Al-Hakim Biamrillah memperhatikan artikel Ibnu Yunus tentang Nil dan memanggilnya untuk merealisasikan proyeknya dan dia sendiri yang mengawasinya. Al-Hakim Biamrillah juga telah membangun "Darul Hikmah" di Kairo sebagai tempat bertemunya para ulama' dan sebagai tandingan "Baitul Hikmah" yang dibangun oleh Khalifah Al-Ma’mun di Baghdad. Al-Hakim membekali Darul Hikmah dengan perpustakaan besar yang disebut perpustakaan Darul Ilmi, dan melengkapi peralatan teropong bintang yang ada di Gunung Al-Mugaththam. Ibnu Yunus menghadap ke haribaan Tuhannya pada tahun 399 H (1009 M).
Ø  Penemuan lmiah Ibnu Yunus         
Astronomi
Dari teropong bintang di Gunung Al-Mugaththam, Ibnu Yunus meneropong dua kali gerhana matahari, yaitu pada tahun 977 dan tahun 978 M. Pada tahun yang sama dia juga meneropong gerhana bulan dan mencatat semua peristiwa yangterjadi di dalam tabel astronominya.

Ibnu Yunus menghitung kecondongan daerah gugusan bintang-bintang dengan tingkat ketelitian yang sangat mengagumkan. Karena hasil peneropongan Ibnu Yunus yang tepat, maka para astronom Barat pada masa sekarang mengambilnya dan menjadikannya sebagai rujukan untuk menghitung gravitasi bulan.   
ibnu Yunus menemukan bandul jam mendahului seorang ilmuwan Itali, Galileo, enam ratus tahun sebelumnya. Mereka mempergunakannya untuk mengukur waktu ketika sedang melakukan peneropongan bintang karena lebih akurat dari pada jam mesin yang telah banyak digunakan pada masa itu.       
Ibnu Yunus adalah penemu Bandul (ayunan) yang berguna untuk mengetahui deti-detik waktu ketika seseorang sedang meneropong benda angkasa. Fungsi bandul ciptaan Ibnu Yunus hampir serupa dengan bandul pada jam dinding. Karya Ibnu Yunus ini telah dikenal 6 abad sebelum Galileo Galilei menemukan pendulum (1564-1642). Ibnu Yunus juga menemukan Rubu Berlubang (Gunners Quadrant), sebuah alat untuk mengukur gerakan bintang.     
Banyak sumber mengklaim bahwa Ibnu Yunus menggunakan sebuah bandul untuk mengukur waktu. Hal itu dicatat Gregory Good dalam Sciences of the Earth: An Encyclopedia of Events, People, and Phenomena. Penemuannya itu juga diakui Roger G Newton dalam Galileo's Pendulum: From the Rhythm of Time to the Making of Matter.
Ibnu Yunus juga telah membuat rumus waktu. Ia menggunakan nilai kemiringan sudut rotasi bumi terhadap bidang ekliptika sebesar 23,5 derajat.  Tabel tersebut cukup akurat, walaupun terdapat beberapa error untuk altitude yang besar. Ibnu Yunus juga menyusun tabel yang disebut Kitab as-Samt berupa azimuth matahari sebagai fungsi altitude dan longitude matahari untuk kota Kairo. Selain itu, disusun pula tabel a(h) saat equinox untuk h = 1, 2, …, 60 derajat.   
Tabel untuk menghitung lama siang hari (length of daylight) juga disusun  Ibnu Yunus.  Ia juga menyusun tabel untuk menentukan azimuth matahari untuk kota Kairo (latitude 30 derajat) dan Baghdad (latitude 33:25), tabel sinus untuk amplitude terbitnya matahari di Kairo dan Baghdad. Ibnu Yunus juga disebut sebagai kontributor utama untuk penyusunan jadwal waktu di Kairo.
Ø  Matematika
Ibnu Yunus mampu menyelesaikan sebagian permasalahan yang ada dalam hitungan trigonometri berbentuk bola (spherical trigonometri) dengan bantuan garis vertikal bola langit pada masing-masing level, baik yang bersifat horisontal maupun vertikal.

Ibnu Yunus menemukan kaedah-kaedah dan hubungan matematis yang mungkin dapat dijadikan alat untuk merubah proses perkalian menjadi proses tambahan. Penemuan ini telah banyak memudahkan proses penghitungan. Dan, tidak diragukan bahwa penemuan ini telah memacu lahirnya ilmu hitung logaritma yang ada pada matematika modern.
Ø  Karya tulis Ibnu Yunus    
"Az-Zaij Al-Hakimi," atau "Az-Zaij Al-Kabir Al-Hakimi." - 
Ibnu Yunus memberi nama buku ini sebagai penghormatan kepada khalifahnya, Al-Hakim Biamrillah. Menurut Ibnu Khalkan, buku ini merupakan buku yang paling tebal pada bidangnya. Karena, pengantarnya saja sangat panjang ditambah dengan delapan puluh satu pasal. Buku ini terdiri dari tabel-tabel astronomi yang berisi basil penelitian astronomi Ibnu Yunus dan basil penelitian astronomi para astronom sebelumnya setelah dikoreksi dan mengalami perbaikan. Nilai penelitian astronomi yang ada pada buku ini dijamin kebenarannya hingga tujuh angka desimal, dan tingkat akurasi seperti ini tentu sangat mengagumkan sekali. Di antara isi buku ini juga adalah berupa penjelasan Ibnu Yunus mengenai cara yang digunakan oleh para astronom pada masa Khalifah Al-Ma'mun dalam mengukur lingkaran bola bumi. Perlu diberitahukan bahwa buku "Az-Zaij Al-Hakimi" merupakan buku rujukan terpercaya bagi para ulama' Mesir dalam menetapkan kalender dan masalah-masalah yang berhubungan dengan perbintangan. Akan tetapi yang disayangkan, buku ini tidak sepenuhnya sampai kepada kita, karena sebagian bab-babnya masih berserakan di berbagai perpustakaan di beberapa negara.


Beberapa bab dari buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis oleh seorang orientalis Prancis, Kausan, pada tahun 1804 M. Berkomentar tentang Ibnu Yunus, seorang filsuf dan sosiolog Prancis, Gustav Le Bon mengatakan, "Ibnu Yunus menulis buku "Az-Zaij Al-Hakimi" di Mesir dan buku itu lebih akurat dari pada semua buku pada bidang yang sama."    
"Az-Zaij Ash-Shaghir." - Buku ini juga dikenal dengan nama "Zaij Ibnu Yunus." Secara khusus buku ini memuat tabel-tabel astronomi dan basil penelitiannya di Mesir. Salah satu dari kopi salinan buku ini terdapat di perpustakaan Darul Kutub Mesir.

AL-BATANI SANG PENEMU MUSLIM


A.    Al-BATANI


Sejak berabad-abad lamanya, astronomi dan matematika begitu lekat dengan umat Islam. Tak heran bila sejumlah ilmuwan di kedua bidang tersebut bermunculan. Salah seorang di antaranya adalah Abu Abdallah Muhammad Ibn Jabir Ibn Sinan Al-Battani. Ia lebih dikenal dengan panggilan Al-Battani atau Albatenius. Buah pikirnya dalam bidang astronomi yang mendapatkan pengakuan dunia adalah lamanya bumi mengelilingi bumi. Berdasarkan perhitungannya, ia menyatakan bahwa bumi mengelilingi pusat tata surya tersebut dalam waktu 365 hari, 5 jam, 46 menit, dan 24 detik. Perhitungannya mendekati dengan perhitungan terakhir yang dianggap lebih akurat. Itulah hasil jerih payahnya selama 42 tahun melakukan penelitian yang diawali pada musa mudanya di Raqqa, Suriah. Ia menemukan bahwa garis bujur terajauh matahari mengalami peningkatan sebesar 16,47 derajat sejak perhitungan yang dilakukan oleh Ptolemy. Ini membuahkan penemuan yang penting mengenai gerak lengkung matahari. Al Battani juga menentukan secara akurat kemiringin ekliptik, panjangnya musim, dan orbit matahari. Ia pun bahkan berhasil menemukan orbit bulan dan planet dan menetapkan teori baru untuk menentukan sebuah kondisi kemungkinan terlihatnya bulan baru. Ini terkait dengan pergantian dari sebuah bulan ke bulan lainnya. Penemuannya mengenai garis lengkung bulan dan matahari, pada 1749 kemudian digunakan oleh Dunthorne untuk menentukan gerak akselerasi bulan. Dalam bidang matematika, Al Battani juga memberikan kontribusi gemilang terutama dalam trigonometri. Laiknya, ilmuwan Muslim lainnya, ia pun menuliskan pengetahuannya di kedua bidang itu ke dalam sejumlah buku. Bukunya tentang astronomi yang paling terkenal adalah Kitab Al Zij. Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12 dengan judul De Scienta Stellerum u De Numeris Stellerum et Motibus oleh Plato dari Tivoli. Terjemahan tertua dari karyanya itu masih ada di Vatikan. Terjemahan buku tersebut tak melulu dalam bahasa latin tetapi juga bahasa lainnya.   Terjemahan ini keluar pada 1116 sedangkan edisi cetaknya beredar pada 1537 dan pada 1645. Sementara terjemahan karya tersebut ke dalam bahasa Spanyol muncul pada abad ke-13. Pada masa selanjutnya baik terjemahan karya Al Battani dalam bahasa Latin maupun Spanyol tetap bertahan dan digunakan secara luas. Tak heran bila tulisannya, sangat memberikan pengaruh bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa hingga datangnya masa Pencerahan. Dalam Fihrist, yang dikompilasi Ibn An-Nadim pada 988, karya ini merupakan kumpulan Muslim berpengaruh pada abad ke-10, dinyatakan bahwa Al Battani merupakan ahli astronomi yang memberikan gambaran akurat mengenai bulan dan matahari. Informasi lain yang tertuang dalam Fihrist menyatakan pula bahwa Al Battani melakukan penelitian antara tahun 877 dan 918. Tak hanya itu, di dalamnya juga termuat informasi mengenai akhir hidup sang ilmuwan ini. Fihrist menyatakan bahwa Al Battani meninggal dunia dalam sebuah perjalanan dari Raqqa ke Baghdad. Perjalanan ini dilakukan sebagai bentuk protes karena ia dikenai pajak yang berlebih. Al Battani memang mencapai Baghdad untuk menyampaikan keluhannya kepada pihak pemerintah. Namun kemudian ia menghembuskan nafas terakhirnya ketika dalam perjalanan pulang dari Baghdad ke Raqqa. Al Battani lahir di Battan, Harran, Suriah pada sekitar 858 M. Keluarganya merupakan penganut sekte Sabbian yang melakukan ritual penyembahan terhadap bintang. Namun ia tak mengikuti jejak langkah nenek moyangnya, ia lebih memilih memeluk Islam. Ketertarikannya







BAHASA ARAB DAN ARTINYA : الصبي و الفيل

الصبي و الفيل


كَانَ وَلَدً يَنْطُرُ الفِيْلَ فِي جُنَيْنَةِ الحَيَوَ.  فَمَدَّ يَدَهُ  إِلَيْهِ بِتُفَاحَةِ. وَ لَمَّا هَمَّ الفِيْلُ أَنْ يَأْخُذَهَا. قَبَصَ الصَبِي يَدَهُ حَتَّي لَا يَصِلُ الفِيْلِ  إِلَي التُفَاحَةِ. ثُمَّ عَادَ مَدَّ يَدَهُ بِا التُفَّاهَةِ  مَرَةً ثَانِيَةً. وَ عَمِلَ طما عَمِلَ أَوَّلَ مَرَّةً. فَغَضَبَ الفِيْلُ. وَ لَكِنَّهُ صَبَرَ عَلَي الصَبِي حَتَّي سَهَا عَنهُ. وَ مَدَّ خُرْطُوْمَهُ وِ خَطِفِ طَرْبُوْسَهُ. فَزَعَقَ الوَلَدُ وَبَكَى. فَمَدَّ خُرْطُوْمَهَ وَ خَطَفَ طَرْ بُوْ شَهُ. وَ لَمَّا هَمَّ الوَلَدُ أَنْ يِأْخُذَهُ. قَبَضَ خُرطُومَهُ وَ عَمِلَ كَمَا عَمَلَ هُوَ مَعَ الفِيْلُ. فَضَحَكَ النَاسُ كثيرا منه. م بكى الولد على ضياع طربوشه. و علم أن الذي يفعل الشر يلقر الشرّ.



ANAK KECIL DAN SEEKOR GAJAH.

Ada seorang anak kecil yang melihat seekor gajah di kebun binatang. Kemudian anak kecil tersebut menjulurkan tangannya kepada gajah tersebut dengan sebuah apel. Dan kemudian gajah tersebut ingin mengambilnya. Kemudian di mengambil tangannya sampai tidak bisa terjangau oleh gajah apel tersebut.  Kemudian ia menjulukan tangannya kembali untuk kedua kalinya. Dan dia melakukannya kembali seperti apa yang dilakukannya ketika pertama kali. Maka marahlah gajah tersebut. Tetapi ia sabar terhadap anak kecil tersebut dan melupakannya. Kemudian ia menjulurkan belalainya dan mengambil dnegan cepat topi anak tersebut. Maka berteriaklah anak tersbut dan menangis. Kemudian gajah tersebut menjulurkan belalainya kepada anak tersebut dan inginlah anak tersebut untuk mengambilnya. Dan ia menarik lagi belalainya dan  melalkukannya lagi kepadanya sebagaimana yang anak kecil tersebut lakukan kepada gajah. Maka tertawalah orang beramairamai  terhadapnya. Dan menangislah anak tersebut terhadap hialangnya topinya. Dan ia mengetahui barang siapa yang melakukan kejahatan maka ia kaan bertemu dengan kejaatan tersebut.


Saturday, 27 February 2016

cerpen bahasa Arab dan terjamahnyaالصياد و الأسد

assalamualaikum sobat My stories. 
cerita ini hanyalah khayalan belaka, dan hanya untuk hiburan. tapi mengandung pesan moral yang tinggi. ceritanya berjudul pemburu dan singa.

الصياد و الأسد

في يوم من الأيام عاشي الصياد كبيرجسم و سديدة قواة. الصياد طارد جميع الحوانات في الغاعة لتلبية الحياة ولكنه لم شبع في أكل. بحيث, سأل الصياد الي نفسه " لماذ لم شبعت في أكل؟ " و لم يجد الإجب عن ذلك السوأل

في أحد يوم طارد الصياد في الغابة و نظر أحد من الأسد و تجسس الأسد و عرف ان الأسد ملك الغابة. و أرد الصياد لأكله.

في يوم التالى بحث الصياد الأسد و وجده مباشرة و غزا الأسد, ولكن الأسد غزاالعوادة حتي سقط الصياد ولا يستطيع لقيام. ثم أكل الأسد الصياد , جلس الأسد امام الصياد ورفغ يداه فسأل الصياد " لماذ رفعت يداك؟" فوجب الأسد " أدعو الى الله لكي شبعت بلهمك " ووجد الإجب على إستحباره و لكنه متاخرا, و مات مباشرة.

القــــلا صـــة :

"لا تنسي أدعو الي الله لكي شبعت في أكلك..... و دعاء فبل أكل (اللهم بارك لنا فيما رزقتنا وقنا عذاب النار)"

PEMBURU DAN SINGA
pada zaman dahulu hiduplah seorang pemburu yang memiliki badan yang besar dan kuat. pemburu tersebut memburu semua hewan yang ada di dalam hutan untuk memenuhi kehidupannya, tapi anehnya dia tidak pernah kenyang setiap kali makan. oleh karena itu bertanyalah sang pemburu kepada dirinya sendiri "menyapa saya tidak pernah kenyang ketika makan?" dan dia tidak landung mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu.
pada suatu hari sang pemburu memburu di dalam hutan dan dia melihat seekor singa dan ia memata-matai singa tersebut dan mengetahui kalau singa tersebut adalah raja hutan. dan singa tersebut ingin memakannya.
dan pada haru selanjutnya sang pemburu memburu singa dan lansung mendapatkannya. lalu sang pemburu menerjangnya, dan singa membalasnya lansung sehingga sang pemburu terjatuh dan tidak bisa untuk berdiri maka duduklah singa itu didepan sang pemburu dan mengangkat kedua tangannya sehingga sang pemburu bertanya. 
"mengapa kau mengangkat kedua tanganmu wahai sunga? 
" saya berdeoa kepada Allah, agar saya kengang ketika memakan dagingmu"
maka sang singa lansung mendapatkan jawabannya tetapi malangnya sang pemburu tellat dan mati di tangan singa.

kesimpulan:
jangan lupa berdoa kepada Allah agar kamu kenyang ketika makan......
dan doa sesudah makan adalah (اللهم بارك لنا فيما رزقتنا وقنا عذاب النار)


CERITA PENDEK BAHASA ARAB DAN ARTINYA الـــرَاعَــــــي وَ الــــذَئْــــــبُ

Hai sobat My stories. cerita pendek berbahasa arab dengan artinya



الـــرَاعَــــــي وَ الــــذَئْــــــبُ

كَانَ الوَلَدً يَرْعىَ غَنَمًا. فَيَخْرُجُ بِهَا كُلَّ يَوْمٍ إِلَي مَرْعِى قَرِيْبٌ مِنْ بَلَدِهِ. لِتَأْكُلَ مِنْ العَشْبِ الأِخْضَرِ.
وَذَاتَ يَوْمً وَ أَرَادَ يَسْخَرَ مِنْ أَهْلِ البَلَدِ. فَصَاحَ بِأَعْلِى صَوْتِهِ " الذِئْبُ, الذَئْبُ!!". فَخَرَجَ الرَجَالٍ بِعِصِيْهِمْ لِنَجْدَتِهِ. وَ لَكِنهُمْ لَمْ يَجِدُوا شَيْئًا فَعَادَوا ِمنْ حَيْثُ أَتَوا وَ الوَلَدُ يِضْحِكُ مِنْهُمْ, وَفِي اليَوْمِ التَالِىي أَتَى ذَئْبُ خَقِيْقِةً. فَخَافَ الوَلَدُ وَزَعَقَ مَرَّةً أُخْرَى "الذَئْبُ, الذَئْبُ!!". فَظَنَّ النَّاسُ أَنَّ الوَلَدَ عَادَ يَسْتَجَّرَ مِنْهُمْ. كَامَ فَعَلَ اَوَّلَ مَرَّةٍ. وَلِذَلِكَ لَمْ يَهْتَمُوا الصَاحِهِ. فَفَتَكَ الذَئْبُ بِعَدَدِ عَظِيْمٍ مِنْ الغَنَمِ. وَلَوْ لَا كَذَبَهُ فِيْ المَرَّةٍ الأُوْلَى لَصَدَقَةُ النَّاسُ عِنْدَ صِيَاحَةِ فِيْ المَرَّةِ الثَانِيَةٍ.

PENGEMBALA DAN SRIGALA

            Ada seorang anak sedang mengembala biri-biri. Dan ia keluar dengan biri-birinya setiap hari ke tempat yang dekat dari kotanya untuk makan rumputan hidup yang hijau.

            Dan pada suatu hari anak itu ingi mentertawakan para penduduk kota. Maka berteriaklah anak tersebut dengan suaranya yang keras “srigala, srigala!!”. Maka keluarlah para laki-laki dengana alat pemukul untuk memeranginya. Tetapi mereka tidak menemukan sesuatu lalu mereka pulang dari mana mereka datang, dan anak kecil tersebut menertawainya. Dan hari berikutnya datanglah srigala yang sebenarnya. Maka anak tyersebut merasa takut da dia berteriak sekali lagi “ srigala, srigala!!” maka orang-orang menyangka anak tersebut kembali menertawai mereka. Sebagaimana yang ia lakukan sebelumnya. Dan oleh karena itu mereka tidak memperhatikan tiarakan anak tersebut. Dan srigala menyerang domba dengan jumlah yang besar. Dan apabila anak tersebut tidak berbohong dari awal, maka orang-orang akan mempercayainya pada tiriakannya yang kedua.

CERPEN "SANG REMBULAN"

“ semuanya sudah berubah, Bunda?”
Kami hanya duduk dengan beribu diam melihat sang jago merah melalap sejengkal demi sejengkal tempat tinggal kami. Bunda hanya menangis, diam seribu kata. Tak satu katapun yang dapat ia katakan, kecuali hanya menangis, dan membersihkan air matanya yang terus mengalir dengan jilbab panjang yang ia kenakan. Ku tak tau mengapa Tuhan menghapus begitu saja segala hal terindah yang kami jalani dengan penuh kasih sayang.
“ Belum sa,” jawab bunda
“ sasa kedinginan bunda, tak tau lagi mau tidur dimana?” rengek sasa
Hanya itulah pertanyaan polos anak kecil yang bunda besarkan dengan kasih sayang. Hanya sasalah yang dibesarkan bunda dari kecil, berbeda dengan kami yang berlari ke hadapan bunda untuk menyelamatkan kami.
“ sasa tidur dipelukan bunda aja dulu ya, biar sasa ngak kemasukan angin” bujuk bunda dengan rasa sedih yang masih menyelimuti.
“ tapi sasa ngak bisa melihat bunda tidur kalau menangis terus.” rayu 
“ ya sasa, bunda ngak nangis lagi, ini bunda senyum buat sasa. Sasa tidur ya”
Tampak olehku wajah bunda yang memaksa harus tersenyum menghadapi anak yang sangat ia sayangi. Mungkin bunda hanya ingin menebus segala dosa yang selama ini ia lakukan.
“Roy ngak tidur, kalau kedinginan tidur bareng sasa aja biar ngak kedinginan” ajak bunda dengan suara seraknya.
“roy belum ngantuk bunda, roy masih ingin menemani bunda” jawabku
“ya ngak apa-apa, nanti kalau sudah mengantuk kesini ya tidur dipelukan bunda”
“ya bunda” jawabku sambil mendekatkan badan ke pelukan bunda. Mengharap yang maha kuasa masih memberikan puing-puing sisa untuk mengenang kenangan kami.

*****

            Hari sudah pagi. Ku terbangun dibaluti selimut tebal yang menutupi badan kami. Ku coba bangun mencari bunda yang telah pergi menjauhi kami.
            Kuhampiri bunda yang mengais puing-puing yang ditinggalkan si jago merah. Masih terlihat wajah sedih bunda dan iar matanya tidak berhenti-henti mengalir di pipi hitamnya.
            “ Kamu sudah bangun roy?” tanya bunda
          “ Sudah bun, bunda kenapa masih bersedih. Bunda mau aku pijitin biar ngak sedih lagi bunda?” bujukku
            “ tak usah, kamu jaga saja adik-adik mu yang masih tidur, sudah pergi sana?” perintah bunda.
            Aku pergi tanpa kata. Menjaga adik angkatku yang memiliki nasib hampir sama dnegan diriku.
            Aku Roy, anak angkat bunda yang pertama. Aku tau siapa bunda. Bunda yang memungutkuku. Ketika dunia yang aku huni ini begitu kelam. Aku adalah anak dari kasarnya tangan orang tua. Setiap hari keluarga ku harus berkelahi untuk menentukan siapa yang benar. Kadang mereka tidak memikirkanku sebagai anaknya yang mereka lahirkan dari buah cinta mereka. Hingga pada suatu hari aku bertemu dengan bunda. ketika semua sedihku bertumpuk begitu saja. Aku sudah mengenal bunda sebelum kejadian itu. karena bunda adalah teman baik orang tuaku. Aku hanyalah anak kumu yang lahir dan di besarkan di lingkungan kumuh, yang tak tau lagi akan dunia agama dan sosial. Hingga bunda membawa lari aku dari kedua orangtua ku ketika hampir semua badanku memar karena kasarnya tangan orangtua.
            Aku masih teringat betapa tebalnya bedak bunda ketika memulungku pertama kali. Dia membawa ku jauh dari kedua orang tua ku. Aku hanya menurut kemana bunda pergi, yang hanya aku tau, aku telah pergi jauh dari orang tuaku yang membuang ku begitu saja.
            Hingga beberapa hari kulalui hidup bersama bunda. aku tak tau apa yang aku lakukan terhadap bunda. hanya aku tau bagaimana aku bertahan hidup dengan tekanan batin yang begitu dalam.
          Bunda membuat hidupku berubah. Aku rasakan bahwa kasih sayang itu nyata. Bunda menyayangiku bagaikan aku hidup kembali. Bunda membawa ku kemana ia pergi, terpenting bunda tidak pernah kembali ke pemukiman kumuh itu lagi. Bunda membawa ku ke rumah tempat tinggalnya yang sekarang hanyalah tersisa tiang-tiang kenangan.
Aku melihat bunda mulai berubah. Ia mulai merubah pakaiannya, menutup semua badannya.
                                                                 ****

“ bunda mau kemana?” tanyaku
“ bunda mau pulang kampung, biar kamu bisa bertemu dengan teman-teman yang baru, biar kamu bisa sekolah.”
“ bunda mau sekolahkan roy, tapi roykan ngak ada uang, Roy juga belum kerja. Memang bunda mau bayar uang sekolah Roy pake apa?”
“ bunda punya tabungan kok”
Aku hanya senang pada waktu itu. Aku tak tau mengapa bunda begitu menyayangiku melebihi kedua orangtuaku. ya, yang penting saat itulah aku meresa ada yang berbeda dari bunda.
            “ kau wanita jalang, pengi sana! Jangan pernah kembali lagi kau ke rumah . kau wanita yang tau diri. “ bentak wanita yang pernah melahirkan bunda
            Itulah hardikkan yang bunda terima ketika kembali ke kampung halamannya. Hanya cacian yang ia dapat. Bunda ingin merubah dirinya menjadi lebih baik. Tapi bunda sendiri telah mencoreng nama kampung halamannya sendiri. Sehingga tak ada satupun masyarakat yang enggan menerimanya kembali. . Tapi aku tau bunda hanya ingin meminta maaf dan ingin mengulang kehidupannya yang baru, walaupun ia tidak bisa menebus segala dosanya yang telah ia perbuat terhadap masyarakat sekitarnya.
            Kami hanya melangkahkan kaki menuju ke tempat rumah yang ditinggalkan oleh suami bunda. Yang sudah meninggal beberapa tahun lalu. Entah apa sebab meninggalnya suami bunda. Aku tak ingin menceritakannya, karena hanya bunda yang menutup dalam-dalam cerita kelamnya.
            Keinginanku ingin sekolah hanyalah tinggal mimpi, ketika bunda tak sanggup lagi membiayai sekolahku, dan mengadopsi sasa anak yang terbuang. hanya di benakku mengapa ibunya begitu tega membuang sasa begitu saja. 
Bunda membesarkan kami berdua dan membesarkan anak-anak yang lainnya. Kadang bunda merelakan waktunya untuk mengajarkan kami membaca dan menulis. Hanya itu yang bisa bunda berikan kepada kami. Hingga kami tumbuh besar dalam asuhan wanita yang terbuang jauh karena masa kelamnya dahulu.
****
            “ yok Roy. Kita pergi!” ajak bunda
            “ Kemana bun?” tanyaku
            “ kita cari tempat tinggal dulu ya. ini bunda ada beberapa duit dari bantuan pak RT, nanti kalau bunda ada duit kita tinggal disini lagi” bujuk bunda.
            “ ini bunda roy masih ada tabungan bunda, kemaren Roy selamatkan saat kebakaran.”
            “ kamu ngak usah kasih unag itu sama bunda. Kamu tabungkan saja uangnya, nanti kamu butuh” bantah bunda.
            “ ya bun.”
            Kami jangan dengan perlahan menjauh dari tempat yang penuh kenangan, mencari tempat yang baru. Aku masih menatap wajah bunda, bagaikan sang rembulan di tengah malam. Yang memberikan kami sinar terang ketika tak ada lagi cahaya diantara kami.

Bengkulu, 27 februari 2016