Showing posts with label ILMU NAHWU. Show all posts
Showing posts with label ILMU NAHWU. Show all posts

Sunday, 14 August 2016

JAZMU FIIL MUDHARIK - جزم الفعل المضرع-

CONTOH
لم يحفظ محمد درسه - MUHAMMAD BELUM MENGHAFAL PELAJARANNYA-
لم ينقطع نزول المطر - HUJAN BELUM BERHENTI TURUN-
لم يقبض أحد علي اللص

لا يأكل و أنت شبعان_ JANGANLAH MAKAN SEDANGKAN KAMU SUDAH KENYANG-
لا تكثر من الضحك JANGANLAH BANYAK TERTAWA-
لا تسرع في السير - JANGANLAH CEPAT-CEPAT BERJALAN-

إن تفتح نوافذ الحخرة يتجدد هوؤها - APABILA KAMU MEMBUKA JENDELA KAMAR MAKA KAMU AKAN MENDAPATKAN UDARA-
إن تجلس في مجري الهواء تمرض APABILA KAMU DUDUK I LUAR MAKA UDARA DINGIN-
إن تسافر اخوك تسافر معه - APABILA KAKAKMU PERGI MAKA KAMU AKAN PERGI BERSAMANYA-

PENJELASAN
marilah kita melihat kepada penjelsana yang pertama, pada fiil madhi maka sebelumnya terdapat huruf لم و لا maka huruf yang pertama disebut sebagai huruf nafwi atau menyangkal sedangkan yang kedua adalah huruf nahwi yang melarang pendengar atau lawan bicara untuk mngerjakannya.
apabila kita melihat kepada setiap akhir dari fiil mudharik yang diatas, maka kita kan medaptka bahwa mudharik terseut diakhiri dengan majrur, tetapi apabila kita menghilangkan huruf tersebut maka kita kan mendapatkan bahwa fiil mudarik diatas bertandakan marfuan. dari karena itu kita melihat apabila fiil mudharik tersebut dimasukkan di dalamnya huruf maka dia kan bertandakan majrur pada akhir tandanya.
dan apabila kita melihat kepada conoth yang 3 terakhir maka kita akan melihat bahwa setiap kalimat tersebut di mulai dengan huruf إن dan bertemu dengan 2 buah fiil mudharik yang bertanda majrur kedua-duanya, fiil yang pertama merupakan syarat dari fiil yang kedua, oleh karena itu kita sbut fiil yang pertama sebagai الشرط sedangkan huruf yang kedua di sebut sebagai الجواب الشرط

KESIMPULAN
1. fiil  mudharik itu akan bertandakan sebagai ma'jum atau mati sukun apabila ia bertemu dengan huruf jazmi yaitu : لم و لا الناهية و إنز
2. لم و لا yaitu menjazimkan dari salah satu fiil sedangkan إن menjazimkan 2 buah fiil.

NASBUN FI'LIN MUDHARIK -نصب الفعل المضارع-

CONTOH
ارىد أن احسن السابة
ارجو ان يعتدل الجو
يسرنى ان تروزنا
لن اكذب
لن يفوز
لن أضرب القط

إذن تقيم عندنا ( يجيب بذلك من قال سأزور مدينتكم(
إذن تربح تجارتك ( تجيب بذلك من قال سأكون أمينا(
إذن يفسد تجارتك ( تجيب بذلك من قال سأغلق النوافد (

جئت كي أتعلم
خرجت كي اتنزة
أتعلم كي أخدم الوطن

PENJELASAN
setiap kalimat yang diatas terdiri dari conoth-contoh yang di dalamnya terdapat fiil mudharik yang mana fiil itu didahului oleh 4 kata yaitu -أن - لن - إذن - كي - dan apabila kita kita melihat kembali kembali akhir dari setiap fiil mudarik itu maka kita akan menemukan bahwa fii-il mudharik itu diakhiri dengan tanda mansub atau -fathah-
olhe karena itu kita mengetahui bahwa dari keempat kata yang diatas maka kita aka melihat bahwa huruf tersebut menasabkan atau menfahahkan fiil mudharik

KESIMPULAN
fiil mudharik akan bertanda nasab - fathah- apabila ia bertemu dengan salah satu huruf dari yang empat yaitu -ان - لن - إذن= كي_

Friday, 12 August 2016

KALIMAT ISMIYAH - الجملة الاسمية-

CONTOH
الدر واسعة -RUMAH ITU BESAR-
الجو معتدل - CUACA BERUBAH-UBAH-
الغبار ثائر -DEBU NAIK-
الشارع مزدحم - JALAN RAMAI-
الطريق ضيقة -JALAN RAPUH-
الفأرة مختبئة -TIKUS BERSEMBUNYI-

PENJELASAN
setiap kalimat diatas adalah kalimat yang lengkap, dan setiap dari satu kalimat tersebut terdiri dari dua ismun atau dua nama benda. yang ismun pertama adalah mubtada' dan yang kedua adalah khobar dan karena itu setiap kalimat ini diawali dengan kalimat mubtada' maka kalimat ini disebut dengan kalimat ismiyah -الجملة الإسمية-

KESIMPULAN
SETIAP KALIMAT YANG TERDIRI DARI MUBTADA' DAN KHOBAR DISEBUT SEBAGAI JUMLATUN ISMIYATI

ALJUMLATUL FI'LIATI -الجملة الفعلية-

CONTOH :
لمع البرق - kilat telah menyambar-
عوى الذئب - srigala itu telah mengongong-
يسقط الثلج - salju itu sedang turun-
يشتد البرد - dingin itu sedang naik-
اقطف الوردة -petiklah mawar itu-
خذ الكتاب - ambillah buku itu-

PENJELASAN
sebagai mana yang kita ketahui kalimat-kalimat yang diatas tersebut semuanya adalah kalimat yang lengkap atau kalimat yang sempurna, dikarenakan kalimat tersebut mudah dipahami dalam segi pendengaran. dan apabila kita kembali kepada kalimat yang dia atas maka kalimat tersebut terdiri dari faa-il dan fiil, oleh karena itu kalimat tersebut dari kalimat ini dimulai dengan fiil, maka kalimat ini disebut dengan kalimat fi'liyah.

KESIMPULAN
setiap kalimat yang terdiri dari fi'lun dan faail adalah kalimat fi'liyah ataukalimat yang memiliki kata kerja.

AL MJUBTADA' DAN KHOBAR - المبتدع و الخبر

CONTOH :
التفاحة حلوة - apel itu manis-
الصورة جميلة - gambar itu bagaus-
الحرى مفيد - lari itu berfaedah-
الفطار سريع - pesawat itu cepat-
الأرض مستديرة - bumi itu bulat-

KETERANGAN
semua contoh di atas adalah kalimat, dan setiap kalimat di atas itu terdiri dari dua buah nama. dan nama yang pertama adlah permualaan dari kalimat oleh karena itu disebut sebagai -مبتدأ- mubtada'. dan apabila kita meletakkan pengikut dari kata yang pertama tersebut sebagai mana yang kita lihat kata pertama yaitu : apel, gambar, lari, pesawat dan bumi, maka kata pertama tersebut kita akan bertanya-tanya kbagaimana keadaan dari kalimat yang pertama tersebut, maka kita akan meletakan kalimat yang kedua atau pengikut dari kata yang pertama untuk menjelaskan kata yang pertama tadi maka kaliamt yang keedua yang digunakan untuk menjelaskan keadaan dari kata yang pertama maka disebut sebagai خبر penjelas
apabila kita melihat kepada akhir kalimat tadi maka setiap kalimat yangf memiliki 2 kata benda atau ismu tersebut diakhiri dengan tanda marfu atau dommah.

KESIMPULAN
mubtada' itu adalah kata benda yang pertama bertandakan dommah atau marfu' pada awal kalimat
khobar adalah kata benda yang bertandakan marfu' yang diiringi dengan mubtada' pada kalimat yang lengkap.


FAA-IL -الفاعل - DAN MAF'ULUM BIHI -المفعول به

CONTOH :
يجر الحصان العجلة - kuda itu menarik gerobak-
قطف الغلام الزهرة - pemuda itu memetik bunga-
ربطت فاطمة الجدى - fatimah telah mengiat seekor domba-
يسقى الفلاح الزرع - petani itu menyairi sawah-
قذف اللاعب الكرة - pemain itu menendang bola-
حبس الشرطى اللص - polisi itu menangkap pencuri-

KETERANGAN
sebagai mana yang kita ketahui dan juga dari contoh diatas
1. setiap faol danmafulum bih itu adalah ismun - nama - jadi bukan kata kerja.
2. sesungguhnya faa-il atau pelaku adalah kata orang yang disandarkan kepadanya fiil atau kata kerja.
3. samf ulum bih itu adalah nama atau ismun yang dilakukan sebuah perbuatan atasnya.
4. sesungguhnya setiap faai tu berakhiran atau bertanda fathah atau marfu'
5. dan maf ulum bihi itu diakhiri dengan tanda nasab atau fathat.


MAF-ULUM BIH -المفعول به-

CONTOH:
شد التلميذ الحبل - anak itu telah mengikat sebuah tali-
طوت البنت الثوب - anak perempuan itu telah menjahid pakaian-
أكل الذئب الخروف - srigala itu telah memakan domba-
يربحالسابق جائزة - syabiq telah memenangkan sebuah lomba -
يصيد الثعلب دجاجة - srigala telah menjebak domba-
يبيع القضاف اللحم - tukang daging sedang menjual daging-

KETERANGAN:
dalam kali,at di atas terdiri dari 1 buah fiil dan dua buah ismun, nama yang pertama itu disebut sebgai faa-il -pelaku- karena kata kerja itu disandarkan kepadanya. dan apabila kita membahas tentang 3 contoh pertama, maka kita melihat nama -ismun- yang kedua adalah tali, pakaian, dan domba, dan nama nama itu adalah kata benda yang mendapatkan tindakan dari faa-il. dan kata mengikat - شد -yang di sambungkan dengan anak murid yang mendapatkan tindakan adalah tali, sedangkan menjahit yang di lakukan oleh anak perempuan itu dilakukan kepada pakaian, dan kata kerja makan yang disandarkan kepada srigala itu dilakukan kepada domba. maka dapat dikakatan bahwa kata-kata tali, pakaian, dan domba. disebut sebagai mafulum bih - مفعول به -dan seperti itu uga penjelasannya dengan kalimat-kalimat yang lain sesudahnya.
dan apabila kita melihat kepada bari akhir di kalimay maf-ulum bihi maka dia berakhiran dengan tanda nasab atau fathah.

KESIMPULAN :
maf ulum bih itu adalah nama atau ismun yang berbariskan nasab atau fathah yang mendapatkan perlakukan dari faa-il.


Thursday, 11 August 2016

FAA-IL -الفاعل-

CONTOH
طار العصفور burung itu terbang
جري الحصان kuda itu berlari
لعب الولد anak itu bermain
يعودالسمك ikan itu berenang
يلسع البعوض nyamuk itu menggigit
تأكل البنت anak perempuan itu bermain

PENJELASAN
setiap cointoh diatas semuanya adalah kalimat dalam bahasa arab. dan setiap kalian itu terdiri kata kerja -الفعل- dan nama -الإسم- dan apabila kita membahas 3 contoh yang pertama maka kita melihat bahwa yang sedang terbang itu adalah adalah burung, yang berlari itu adalah kuda, dan yang bermain itu adalah anak laki-laki
maka anak burng diatas adalah yang menjadi sebagai pelaku atas apa yang ia lakukan yaitu terbang. sedangklan kuda adalah pelaku atas apa yang ia lakukan yaitu berlari, anak anak laki-laki adalah sebagai pelaku atas apa yang ia lakukan yaitu bermain. maka dapat dikatakan adalah setiap nama-nama diatas di sebut sebagai faa-il -الفاعل- dan seperti itu juga dengan contoh-contoh yang lainnya.
dan apabila kita meliaht ke contoh yang lain, maka kita akan mendapatkan bahwa setiap akhir kata pada faa-il adalah marfu' -مرفوعا- atau berbaris dommah.

KESIMPULAN
fa-il adalah sebuah nama yang bertandakan marfu' pada akhirnya dan menjadi sebagai penujuk siapa yang melakukan sebuah pekerjaan.

FIIL AMRI - الفعل الأمر

CONTOH:
العب بالكرة
اطعم قطك
نظف ثيابي
نم مبكرا
تمهل في السير
اجد مضغ الطعام

PENJELASAN:
kalimat pertama di dalam contoh-contoh diatas merupakan kata kerja yang berarti sebuah perintah, karena setiap kata kerja yang dicontohkan diatas adalah kata kerja yang menunjukkan pada permintaan sesuatu pada zaman-zaman tertentu.
apabila kita meneliti kembali conoth ini maka kita akan mendapatkan pembicara dalam setiap contohnya, yang meinta kepada pendengar dan memerinbtahkan para pendengar tersebut untuk mengerjakan sesuatu pada masa yang akan datang. maka dapat dikatakan kalimat tersebut sebagai kata kerja perintah atau -الفعل الأمري- dan pada contoh yang kedua maka kita akan mendapatkan kalimat - العب- bermainlah, maka kata perintah ini menunjukan atau memerintah seseorang unbtuk mengerjakan sesuatu. dan seperti itu juga dengan contoh-contoh yang lainntya.

KESIMPULAN:
fiil amri adalah setiap kata kerja yang memerintahkan seseorang untuk mengerjakan sesuatu pada waktu yang akan datang.

FIIL MUDHARIK : الفعل المضارع

CONTOH :
أغسل يدي
البس ثيابى
نلعب با لكرة
نمشي في الحقول
ينبح الكلب
ينتبه الحارس
يذبل الوردة

KETERANGAN
pada kalimat yang pertama pada contoh yang diatas semuanya adalah kata kerja, karena setiap contoh tersebut menunjukkan kepada pekerjaan pada zaman yang tertentu. dan apabila kita meneliti pada kalimat ini maka kita akan mendapatkan kata kerja yang dilakukan pada saat itu juga ataupun pada saat yang akan datang, dan kata kerja اغسل -mencuci- maka akan menunjukkan kepada pekerjaan mencuci pada saat kata kerja itu disampaikan atau pekerjaan mencuci itu akan dilakukan pada masa yangf akan datang. dan pada contoh kalimat kata kerja البس -memakai pakaian- maka dia juga menunjukkan kata kerja pada saat sekarang ataupun pada masa yang akn datang. maka keta kerja yang seperti ini dapat disebut sebagai fiil mudharik -الفعل المضارع-
dan apabila kita melihat huruf awal pada setiap kalimat kata kerja maka kita akan menemukan huruf-huruf -ء-ن-ت-ي- maka dapat dikatakan huruf-huruf yanb empat ini sebagai huruf-huruf mudhara'ah.

KESIMPULAN
fiil mudharik -الفعل المضارع- madalah setiap kata kerja pada zaman sekarang atau zaman yang akan datang. dan fiil mudharik ini haruslah menggunakan hurf-huruf mudharaa'ah yaitu -ء-ن-ت-ي-

Tuesday, 9 August 2016

fiil madhi الفعل الملضي kata kerja yang sudah berlalu.

contohnya :
جري الكلب
وقف الرجل
ضاع الكتاب
دقت الساعة
جاءت البنت
باضت الدجاجة

penjelasan
apabila kita melihat kepada kalimat pertama dari contoh diatas maka kita akan mendapatkan kata kerja: karen asetiap kata kerja tersebut menunjukkan kepada perbuatan dalam waktu yang telah berlalu. dan apabila kita melihat pada zamannya memang kita menemukan kata kerja yang menujukkan kepada masa yang telah beklalu. seperti pada kata جرى pada contoh yang pertama kita mendapatkan perbuatan berlari tetapi menunjukkan pada waktu yang telah berlalu sehingga menjadi telah berlari dan kalimat tersebut disampaikan setelah perbuatan yang dilakukan telah dilaksanakan. yang seperti itu juga penjelasan pada kalimat selanjutnya yang menunjukkan kepada kata kerja yang telah dilaksanakan sebelum perjaan tersebut di ucapkan.

kesimpulan
maka dapat disimpulkan bahwa fiil madhi itu adalah :
setiap fiil atau kata kerja dalam bahasa arab yang menunjukkan kepada perbuatan pada waktu yang telah berlalu.

PEMBAGIAN FIIL / KATA KERJA DALAM BAHASA ARAB MENURUT WAKTUNYA.

pembagian fiil atau kata kerja menurut waktunya dibagi atas 3 yaitu :

الفعل الماضى / fiil madi yaitu setiap kata kerja dalam bahasa arab yang menunjukkan kepada waktu yang telah lampau atau berlalu. dalam fiil.
contonya adalah:
حرى الكلب anjing itu telah berlari.
وقف الرجل laki-laki itu telah berhenti
ضاع الكتاب buku tersebut telah hilang.

nah dalam kalimat tersebut kita mengetahui bahwa setiap contonya memakai kalimat yang lampau atau telah berlalu.

pembagian kedua adalah
الفغل المضارع / fiil mudharik yaitu kata kerja dalam bahasa arab yang menunjukkan kepada perbuatan atau pekerjaan pada saat sekarang sedang terjadi atau yang akan datang. nah, kata dalam fiil mudarik ini haruslah dimulai dengan huruf-huruf munadi yang mena menunjukkannya sebgai fiil mudharik.
huruf munadi itu ada 4 yaitu ء , ن , ي , تز.
adapun contohnya adalah :
أغسل يدي saya sedang mencuci tangan
نلعب بالكرة kami sednag bermain bola
تاكل البنت anak kecil tersebut akan makan.
nah, dari contoh ini maka kita kan mendaptkan makna yang menunjukkan perkataan yang sedang terjadi atau akan terjadi

pembagian fiil yang ketiga yaitu
الفعل الأمر yaitu kata kerja yang menunjukkan kepada perintah.sedangkan definisi dari fiil mudarik sendiri adlah setiap kata kerja yang menunjukkan kepada permintaan akan sesuatu pada zaman yang kan datang. adapun contohnya adalah :
العب بالكرة bermainlah bola
أطعم قطك berilah makan kucingmu
نظف ثيابك bersihkanlah pakaianmu

nah, itulah pembagian kalimat kata kerja dalam bahasa arab menurut waktu atau masanya


PEMBAGIAN KALIMAT DALAM BAHASA ARAB

CONTOH
ركب إبرهم الحصان
يداعب إسماعيل القط
يحصد الفلاح القمح
تأكل الشاة قولا و شعيرا
سمعت النصيحة
يسطع النور في الحجرة
تجرى السفينة علي الماء
هل تحب السفر ؟

PEMBAHASAN
sebagai mana yang kita ketahui sebelumnya bahwa kalimat yang lengkap itu terdiri dari beberapa bagian dan dia disebut sebgai kalimat. dan sekarang kita akan menjelaskan dalam pelajaran ini bagian-bagian kalimat:
apa bila kita membahaas kalimat yang bersama kita maka kita akan medapatkan kalimat إبرهيم dan اسماعيل dan الفلاح dan الفاظ maka itu golongkan kedalam bagian dari nama orang. sedangkan الحصان, القط, الشاة, الفاظ digolongkan kedalam nama hewan. sedangkan القمح, والول, الشعير, الفلظ digolongkan kedalam nama-nama tumbuhan. sedangkan الحجرة, السفيينة, الماء, الفاظ, maka digolongkan kedalam maani. oleh karena itu kata yang diatas digolongkan kedalam ismu / nama. dan kalimat yang digolongkan kedalam ismun adalah nama orang, hewan, tumbuh-tumbuhan, atau jamad, dan segala sesuatu yang tidak bisa dihitung.
kembali lagi kita kedalam kalimat yang daiatas maka kita akan mendapatkan kalimat seperti ركب , يداعب, يحصد, تأكل maka digolongkan kedalam fiil atau kata kerja. dan kembali kita melihat lagi kedalam kalimat yang diatas maka kita akan mendapatkan kalimat في, علي, هل. apabila kita hanya melatekkan kalimat tersebut tanpa menggunakan kalimat lain maka kita tidak tau makna yang sebenarnya dari sebuah kalimat. dan apabila kita meletakkannya kedalam kalimat maka kita akan mendapatkan arti makna yang sesungguhnya dati kata tersebut dalam kalimat maka kalimat tersebut yang tidak memiliki makna tanpa di sambung dengan kalimat yang lengkap maka dia digolongkan kedalam huruf / harfyn

KESIMPULAN
pembagian kalimat dalam bahasa arab dia bagi atas tiga yaitu , ismun / nama , fiil / kata kerja, huruf
1. ismun . nama benda yaitu setiap perkataan atau ucapan yang mana menunjukkan kepada orang, hewan, tumbuh-tumbuhan, jamak, atau segala sesuatu yang tidak bisa dihitung.
2. fiil, adalah setiap perkataan atau ucapan yang menunjukkan kepada pekerjaan pada waktu-waktu tertentu.
3. huruf adalah setiapa perkataan atau ucapan yang tidak memiliki makna yang tepat apabila tidak dihubungkan dengan kalimat yang lain.

Monday, 8 August 2016

AL-JUMLATUL MUFIDAH (KALIMAT YANG LENGKAP)

CONTOH :
البستان جميل
الشمس طالعة
شم علي وردة
قطع محمد زهرة
يعيش السمك في الماء
يكثر النخيل في مصر

PEMBAHASAN
apabila kita melihat ke contoh tulisan yang pertama maka kita akan mendapatkan tulisan yang terdiri dari 2 kata, yang satu adalah البستان kebun dan yang kedua adalah جميل indah, apabila kita mengambil kalimat yang pertama yaitu البستان maka kita tidak akan mengerti dengan arti kalimat tersebut dan tidak cukup untuk para pendengar, dan seperti itu pula apabila kita mengambil kalimat yang kedua dari contoh yang pertama yaitu جميل. tetapi, apabila kita sertakan kata tersebut dengan kata yang lainnya dengan tepat dalam penulisan, maka kita akan mengatakan البستن جميل kebun itu indah, maka kita akan mengerti arti dari kalimat tersebut. maka kita akan memahaminya dengan lengkap, yaitu kebun itu indah. dan seperti itu juga contohnya dengan penulisan kalimat yang lain. dan seperti ini juga penjelasan dengan kalimat-kalimat yang lainnya.

maka oleh karena itu kita melihat bahwa satu kalimat tidak cukup untuk pendengar, oleh karna itu haruslah dari dua kalimat atau lebih hingga dia di pahami oleh orang lain dan memiliki unsur yang tepat. dan contoh lainnya : قم, اجلس, تكلم. sebagai mana yang kita lihat nahwa kalimat ini seperti satu, dan sesungguhnyakalimat ini bukanlah satu, karena dia adalah kalimat yang terdiri dari 2 kata, yaitu satu yang di lafadzkan قم dan satu lagi yang tidak dilafadzkan yaitu انت.

KESIMPULAN
tulisan dalam bahasa arab yang terdiri dari faedah yang tepat maka itu disebut sebagai kalimat yang lengkap atau pembicaraan.
kalimat yang lengkap itu terdiri dari dua kalimat atau lebih. dan setiap kalimat tersebut kembali kepada bagiannya masing-masing.