Showing posts with label SIRAH NABAWIYAH. Show all posts
Showing posts with label SIRAH NABAWIYAH. Show all posts

Sunday, 14 August 2016

KISAH BAHIRA SANG RAHIB

selagi usia Rasulullah SAW mencapai dua belas tahun, dan ada yang berpendapat, lebih dua bulan sepuluh hari, abu thalib mengajak beliau dengan tujuan ke Syam, hingga tiba di Bushra, suatu desa yang merupakan ibukota hauran, yang jugha merupakan ibukotanya bangs-bangsa arab, sekalipun di bawah kekuasaan bangsa romawi. di negeri ini ada seorang rahib yang di kenal sebagai bahira, yang nama aslinya adalah Jurjis. tatkala rombongan singgah di daerah ini, maka sang rahib menghapiri mereka dan mempersilahkan mereka mampir ke tempat tinggal sebagai tamu kehormatan. padahal sebelum itu rahib tersebut tidak pernah keluar, namun begiu dia men getahui sifat-sifat nabi Muhammad SAW dari sifat-sifat beliau. sambil memegang tangan beliau sang rahib berkata, " orang ini adalah pemimpin semesta alam, anak ini akan diutus Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam."

abu thalib berkata " dari mana engkau tahu hal itu?"

rahib menjawab, " sesungguhnya sejak kalian tiba di Aqabah, tak ada batuan dan pepohonan pun melainkan mereka tunduk bersujud. mereka tidak bersujud selain kepada seorang nabi. aku bisa mengetahuinya dari cincin nubuwah yang berada di bagian bawah tulang rawan bahunya, yang menyerupai buah apel. kami juga medapatkan hal itu di dalam kitab kami."

kemudian rahib bahira meminta agar abu thalib kembali lagi bersama beliau tanpa melanjutkan perjalanan ke Syam, karena dia takut karena gangguan dari pihakn orang-orang yahudi. maka abu thalib mengirim beliau bersama beberapa pemuda agar kembali ke makkah.

KISAH MEMINTA HUJAN DENGAN WAJAH NABI MUHAMMAD SAW

ibnu Asakir mentakhrij dari julhumah bin arfathah, dia berkata " tatkala aku tiba di makkah, orang-orang sedang di landa musim penceklik. orang-oprang Quraisy berkata " wahai abu thalib, lembah sedang dalam kekeringan dan kemiskinan melanda, marilah kita berdoa meminta hujan.'

maka abu thalibpun keluar bersama seorang anak kecil, yang seolah-olah wajahnya adalah matahari yang membawa mendung, yang menamopakkan awan sedang berjalan pelan-pelan. di sekitar abu thgalib juga terdapat beberapa anak kecil lainnya. dia memegang anak kecil itu dan menempelkan punggungnya ke dinding kakbah. jari jemarinya memegang anak  itu. langit yang tadinya bersih dari mendung, tiba-tiba mendung itu datang dari segala penjuru, lalu menurunkan hujan yang sangat deras, hingga lembah-lembah terairi dan ladang-ladang menjadi subur, abu thakib menggisaratkan hal ini dalam syair yang dibacakannya,

"putih berseri meminta hujan dengan wajahnya
penolong anak yatim dan pelindung wanita janda"

KISAH NABI MUHAMMAD KEMBALI KE PANGKUAN KAKEKNYA YANG PENUH KASIH

setelah ibunya meninggal nabi muhammad saw kembali ke tempat kakeknya, abdul muthalib di makkah. perasaan kasih sayang di dalam sanubarinya terhadap cucunya yang kini yatim piatu semakin terpupuk, cucunya yang harus menghadapi cobaan yang baru diatas cobaan yang lama. hatinya bergetar oleh perasaan kasih sayang yang tak pernah diberikan kepada anak-anaknya sekalipun. dia tidak ingin cucunya hidup sebatang kara bahkan dia lebih mengutamkan cucunya dari pada anak-anaknya.

Ibnu Hisyam berkata, " ada sebuah dipan yang diletakkan di kakabah untuk Abdul Muthalib. kerabat-kerabatnya biasanya duduk di sekelilinh dipan itu hingga abdul Muthalib keluar sana dan tidak ada seorangpun yang duduk di sana untuk penghormatan kepada beliau. suatu hari selagi nabi Muhammad SAW menjadi anak kecil yang montok, beliau duduk diatas dipan itu. paman beliau lansung memegangnya dan menanhannnyaagar tidak duduk di atas dipan itu. tatkala abdul muthalib melihat kejadian itu , dia berkata, " biarkan anakku ini, demi Allah sesungguhnya dia kana memiliki kedudukan yang agung." kemudian Abdul Muthalib duduk bersama beliau di atas dipannya sambil mengelus punggung beliau sambil merasa bahagia terhadap apapun yang beliau lakukan."

pada usia delapan tahun lebih dua bulan sepuluh hari dari umur beliau Rasulullah SAW, kakek beliau meninggal dunia di Makkah. sebelum memninggal sang kakek menitipkan pengsuhan cucunya terhadap pamannya, abu thalib, saudara kandung bapak beliau.

KISAH NABI MUHAMMAD KEMBALI KE PANGKUAN IBUNYA

setelah nabi muhammad dilahirkan maka beliau dititpkan kepada ibu susunya hingga ketika beliaau ingin kekembalikan kepada ibu kandungnya pada usia dua tahun ibu susuan nabi Muhammad SAW halimah agar nabi selalu tetap bersamanya dikarenakan halimah banyak sekali mendapatkan barakah ketika mengauh nabi Muhammad SAW

setelah kejadian pembelahan dada yang dilakukan malaikat jibril maka ibu susuannya takut untuk mengasuh nabi muhammad karena takut pada suatu hari nanti ada kejadian yang tidak diinginkan oleh ibu susuannya tersebut.

setelah nabi Muhammad SAW diberikan kembali kepada ibu kandungnya beliau dibesarkan hingga umur beliau mencapat 6 tahun

aminah -ibu nabi muhammad saw- merasa perlu untuk mengenang suaminya yang telah meninggal dunia, dengan cara mengunjungi kuburannya di Yastrib, maka berliau pergi dari Makkah untuk menempuh perjalanan sejauh limaratus kilometer bersama putranya yang yatim. muahmmad SAW, disertaipembantunya yaitu Ummu Aiman, abdul muthalib mendukung hal ini., setelah menetap selama sebulan di madinah, aminahdan rombongannya kembali ke makkah. dalam perjalan pulang itu dia jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia di abawa, yang terletakl antara makkah dan madinah.

KISAH HALIMAH - IBU SUSUAN NABI MUHAMMAD SAW-

" itu terjadi pada masa musim penceklik. tak banyak dari kekayaan kami yang tersisa. aku pergi sambil naik keledai betina, bewarna putih miliki kami da seekor unta yang sudah tua dan tidak bisa diambil air susunya lagi walau setetespun. sepanjang malam kami tidak bisa tidur karena menina bobokkann bayoi kami yang terus-terus menangis karena kelapara. air susuku juga tidak bisa dihrapkan. sekalipun kami tetap mengharapkan uluran tangan dan jalan keluar. akupun pergi sambil menngga keledai milik kami dan hampir tidak pernah turun dari punggungnya, sehingga keledai itu makin lemah kondisinya. akhirnya kami tiba di makkah dan mencari bayi yang bisa kami susui. setiap wanita yang datang dari rombangan kami ketika di berikan Rasulullah SAW selalu menolaknya. setelah kami mengetahuinya anak yatim. tidak mengherankan, sebab kami memang mengharapkan imvbalan yang cukup dari bapak bayi yang akan kami susui.kamipun berkata ia adalah anak yaitim. tidak ada pilihan bagi ibu dan kakek beliau karena kami seperti itu. setiap wanita dari rombangan kami telah mendapatkan bayi susuannya kecuali kami. tatkala kami ingin kembali aku berkata kepada suaminku, " demi Allah, aku tidak ingin kembali bersama teman-temanku wanita tanpa membawa bayoi yang kususui. demi Allah, aku akan mendatangi anak yatim itu dan membawanya".

" emmang ada baiknya jika ngkau melakukan hal itu. semoga saja Allah datang mendatangkan barakah dari kita daipada anak bayi tersebut"

halimah melanjutkan penuturannya, " maka akupun menemui bayi itu dan aku siap membawanya. tatkala menggendongnya seakan-akan aku tidak repot karena mendapatkan bayi yang lain. aku segera kembali menghampiri keledai tunggangan ku, tatkala puting susuku akau sedorkan kepdany, bayi itu bisa meminumnya sepuasnya hingga kenyak. anak kandungku juga bisa menyedot air susuku hingga kenyang, setelah itu keduanya pun tidur dalam keadaan yang kenyang. suamiku menghampiri onta dan ternyata air susunya sudahpenuh. maka kami memerahnya, suamiku bisa meminbum air susu onta kami, begitu pula kau, hingga kami benar-benar kenyang. malam itu adalah malam yang terasa paling indah bagi kami.

"demi Allah, tahulah engkau wahai halimah, engkau telah mengmbil satu jiwa yang pebuh dengan barakah, " kata suamnya keesokan harinya.

"demi Allah aku mengharapkan yang demikian itu, " kataku.

halimahpun melanjutkan penuturannya, " kemudian kamipun sudah siap-siap dan aku menunggang keledaiku. semua bawaan kami juga kami naikkan bersamaku di atas punggungnya. demi Allah, setelah kami menempuh perjalanan yang sejian jauh, tentulah keledai-keledai mereka tidak akan mampu tidak mampu membawa beban seperti yang aku bebankandi atas punggung kelesaiku. sehingga rekan-rekanku berkata kepadaku, wahai putri abu Dzuaib, ce;laka engkau! tunggulah kami! bukankah ini keledaimu yang kamu perbah baawa bersama kami dulu?"

"demi Allah begitulah. ini adalah keledaiku yang dulu, " kataku.

"demi Allah kini keledaimu bertambah perkasa, : kata mereka.

kamipun tiba dijalan setapak di daerah bani sa'd. kami tidak pernah melihat tanah kami yang terlihat lebih subur dari pada saat itu. domba-domba kami datang menyonsong kami dalkam keadaan kenya dan air susunya juga penuh berisi, sehingga kami bisa memerahnya dan meminum air susunya. sementara setiap orangf yang memerah air susunya tidak mengeluarkan air susunya wlaupun hanya setetes dan kelejer susu mereka pun kempes. sehingga mereka berkata garang kepada pengembalanya, "celakalah kalian ! lepaskanlah hewan gembala kalian seperti yang dilakukan gembalanya putri abu Dzu'aib." namun domba-domba mereka pulang dengan keadaan lapar dan tak setetespun mengeluarkan air susu. sementara domba-dombaku pulang dengan keadaan kenyang dan kelenjer susu yang penuh, kami mendapatkan barakah dari Allah selama kami dua tahun menyusui anak susuan kami. lalu kami menyapihnya dan di tumbuh dengan baik, seperti bayi-bayi yang lain. bahkan sebelum usia dua tahunpun dia sudah tumbuh pesat.

kemudian kami membawa kepada ibunya, meskipun kami berharap anak-anak tersebebut berada tetap bersama kami , karena kami meraskan barakahnya. maka kami menyampaikan niat ini kepada ibunya. aku berkata kepadanya " andai saja kalian sudi membiarkan anak ini tetap bersama kami hingga menjadi besar, sebab kami kawatir dia terkena penyakit yang biasa menjalar di Makkah. " kami terus merayu ibunya agar dia berkenan mengembalikan anak itu tinggal bersama kami.

KISAH NABI MUHAMMAD DI TENGAH-TENGAH BANI SA'D

tradisi yang berjalan di kalangan bangsa arab relatif sudah maju, mereka mencariwanita-wanita yang bisa menyusui anak-anaknya, sebagai langkah untuk menjauhkan anak-anak tersebut dari penyakit yang biasa melanda di daerah yang maju., agar tumbuh bayi yang kuat, oto-otot ynag kekar dan agar keluar yang menyusuinya bisa melatih meresa untuk bisa berbahasa arab. maka abdul muthalib mencari para wanita yang bisa menyusui bagi beliau. dia meminta kepada seorang wanita dari bani sa'd bin bakr agar menyusui beliau, yakni halimajh bin abu dzuaib, dengan di dampingi suaminya, al-harits bin abdul uzza, yang berjiluk abu kjabsyah, dari kabilah yang sama.

saudar-saudara nabi muhammad SAW dari satu susuan di sana adalah abdillah bin harrits, anisah bin harits, hudzafah atau judzabah binti al-harits yang dijuluki lebih populer dari pada namanya sendiri yaitu asu syaima, wanita inilah yang menyusui beliau, abu syufyan bin harits dan absul muthalib anak paman beliau.

paman beliau, hamzah bin abdul muthalinb juga disusui dari bani sa'd bin bakr. suatu hari ibu susuan nabi muhammad SAW juga pernah menyusui hamzah selagi beliau berada dalam susuanya. jadi hamzah adalah saudara susuan Nabi Muhammad SAW dari kedua belah pihak, yaitu Tsuwaibah dan dari Halimah as-sa'diyah.

halimah bisa merasakan barakah yang dibawa beliau, sehingga bisa mengundang decak kagum. inilah penuturaannya, sebagaimana yang dikatakan ibnu Ishaq, bahwa halimah pernah berkisah, suatu kala ia pergi dengan suaminya dan anak-anaknya yang masih kecil dan disusuinya, bersama beberapa wanita dari bani sa'as. tujuan mereka adalah mencari anak yang bisa disusui. dia berkata, " itu terjadi pada masa musim penceklik. tak banyak dari kekayaan kami yang tersisa. aku pergi sambil naik keledai betina, bewarna putih miliki kami da seekor unta yang sudah tua dan tidak bisa diambil air susunya lagi walau setetespun. sepanjang malam kami tidak bisa tidur karena menina bobokkann bayoi kami yang terus-terus menangis karena kelapara. air susuku juga tidak bisa dihrapkan. sekalipun kami tetap mengharapkan uluran tangan dan jalan keluar. akupun pergi sambil menngga keledai milik kami dan hampir tidak pernah turun dari punggungnya, sehingga keledai itu makin lemah kondisinya. akhirnya kami tiba di makkah dan mencari bayi yang bisa kami susui. setiap wanita yang datang dari rombangan kami ketika di berikan Rasulullah SAW selalu menolaknya. setelah kami mengetahuinya anak yatim. tidak mengherankan, sebab kami memang mengharapkan imvbalan yang cukup dari bapak bayi yang akan kami susui.kamipun berkata ia adalah anak yaitim. tidak ada pilihan bagi ibu dan kakek beliau karena kami seperti itu. setiap wanita dari rombangan kami telah mendapatkan bayi susuannya kecuali kami. tatkala kami ingin kembali aku berkata kepada suaminku, " demi Allah, aku tidak ingin kembali bersama teman-temanku wanita tanpa membawa bayoi yang kususui. demi Allah, aku akan mendatangi anak yatim itu dan membawanya".

" emmang ada baiknya jika ngkau melakukan hal itu. semoga saja Allah datang mendatangkan barakah dari kita daipada anak bayi tersebut"

halimah melanjutkan penuturannya, " maka akupun menemui bayi itu dan aku siap membawanya. tatkala menggendongnya seakan-akan aku tidak repot karena mendapatkan bayi yang lain. aku segera kembali menghampiri keledai tunggangan ku, tatkala puting susuku akau sedorkan kepdany, bayi itu bisa meminumnya sepuasnya hingga kenyak. anak kandungku juga bisa menyedot air susuku hingga kenyang, setelah itu keduanya pun tidur dalam keadaan yang kenyang. suamiku menghampiri onta dan ternyata air susunya sudahpenuh. maka kami memerahnya, suamiku bisa meminbum air susu onta kami, begitu pula kau, hingga kami benar-benar kenyang. malam itu adalah malam yang terasa paling indah bagi kami.

"demi Allah, tahulah engkau wahai halimah, engkau telah mengmbil satu jiwa yang pebuh dengan barakah, " kata suamnya keesokan harinya.

"demi Allah aku mengharapkan yang demikian itu, " kataku.

halimahpun melanjutkan penuturannya, " kemudian kamipun sudah siap-siap dan aku menunggang keledaiku. semua bawaan kami juga kami naikkan bersamaku di atas punggungnya. demi Allah, setelah kami menempuh perjalanan yang sejian jauh, tentulah keledai-keledai mereka tidak akan mampu tidak mampu membawa beban seperti yang aku bebankandi atas punggung kelesaiku. sehingga rekan-rekanku berkata kepadaku, wahai putri abu Dzuaib, ce;laka engkau! tunggulah kami! bukankah ini keledaimu yang kamu perbah baawa bersama kami dulu?"

"demi Allah begitulah. ini adalah keledaiku yang dulu, " kataku.

"demi Allah kini keledaimu bertambah perkasa, : kata mereka.

kamipun tiba dijalan setapak di daerah bani sa'd. kami tidak pernah melihat tanah kami yang terlihat lebih subur dari pada saat itu. domba-domba kami datang menyonsong kami dalkam keadaan kenya dan air susunya juga penuh berisi, sehingga kami bisa memerahnya dan meminum air susunya. sementara setiap orangf yang memerah air susunya tidak mengeluarkan air susunya wlaupun hanya setetes dan kelejer susu mereka pun kempes. sehingga mereka berkata garang kepada pengembalanya, "celakalah kalian ! lepaskanlah hewan gembala kalian seperti yang dilakukan gembalanya putri abu Dzu'aib." namun domba-domba mereka pulang dengan keadaan lapar dan tak setetespun mengeluarkan air susu. sementara domba-dombaku pulang dengan keadaan kenyang dan kelenjer susu yang penuh, kami mendapatkan barakah dari Allah selama kami dua tahun menyusui anak susuan kami. lalu kami menyapihnya dan di tumbuh dengan baik, seperti bayi-bayi yang lain. bahkan sebelum usia dua tahunpun dia sudah tumbuh pesat.

kemudian kami membawa kepada ibunya, meskipun kami berharap anak-anak tersebebut berada tetap bersama kami , karena kami meraskan barakahnya. maka kami menyampaikan niat ini kepada ibunya. aku berkata kepadanya " andai saja kalian sudi membiarkan anak ini tetap bersama kami hingga menjadi besar, sebab kami kawatir dia terkena penyakit yang biasa menjalar di Makkah. " kami terus merayu ibunya agar dia berkenan mengembalikan anak itu tinggal bersama kami.

begitu rasulullah tinggal di tengah bani Sa'd hingga tatkala umurnya empat atau lima tahun, terjadi pristiwa pembelahan dada beliau.

muslim meriwayatkan dari anas, bahwa rasulullah SAW didatangi jibril, yang saat iu beliau sedang bermain-main dengan beberapa anak kecil lainnya, jibril memegang beliau dan menelentangkannya, lalu membelah dada beliau dan mengeluarkan hati beliau dan mengeluarkan segumpal darah dari dada beliau, seraya berkata, " inilah adalah bagian syetan yang ada pada dirimu," lalu jibril memcucinya dalam sebuah baskom dari meas, dengan menggunakan air zam-zam, kemudian menatanya dan meletakkannya kembali ke tempatnya semula. anak-anak kecil lainnya berlarian mencari ibu susuannya dan berkjata./ " Muhammad telah dibunuh.!' mereka pun datang menghampiri beliau yang wajah beliau semakin berseri-seri.

Friday, 5 August 2016

KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW

rasulullah SAW dilahirkan di tengah keluarga bani hasyim di makkah pada hari senin pagi tanggal 9 Rabiul Awal, permulaan tahun dari peristiwa gajah, dan 40 tahun setelah kekuasaan Kisra Anusyirwan, atau bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 bulan appril tahun 571 M, berdasarkan penelitian ulama terkenal, Muhammad Sulaiman Al-Manshurfury dari peneliti astronomi, mahmud Basya.

Ibnu sa'd meriwayatkan, bahwa ibu Rasulullah SAW berkata, " setelah bayiku keluar, aku melihat ada cahaya yang keluar dari kemaluanku, menyinari istana-istana di Syam."

ahmad juga meriwayatkan dari Al-Arbadh bi sariyah, yang isinya serupa dengan perkataan tersebut.
diriwayatkan ada beberapa bukti pendukung kerasulan, bertepatan dengan kelahiran beliau, yakni runtuhnya sepuluh balkon istana kisra, dan padamnya api yang biasa di sembah orang-orang majusi serta runtuhnya beberapa gereja di sekitar buhairah setelah gereja-gereja itu ambles ke tanah. yang demikian ini diriwayatkan al-baihaqy, sekalipun tidak diakui Muhammad A;-Ghazaly.

setelah aminah melahirkan, dia mengirim utusan ke tempat kakeknya abdul muthalib =, untuk menyampaikan kabar gembira tentang kelahiran cucunya. maka Abdul Muthalib datang dengan perasaan suka cita, lalu membawabeliau ke dalam kakbah, seraya berdoa kepada Allah dan Bersyukur kepadaNya. dia memilihkan nama Muhammad bagi beliau. nama ini dikenal kalangan arab. beliau dikhitan pada hari ketujuh, seperti biasa yang dilakukan orang-orang arab.

wanita pertama yang menyusui beliau setelah ibunya adalah Tsuwaibah, hamba sahaya Abu lahab, yang kebetulan sedang menyusui anaknya yang bernama Masruh, yang sebelum itu wanita ini juga menyusui Hamzah bin Abdul Muthalib, setelah itu dia menyusui Abu Salamah bin Abdul-Asad Al-Makhzumy.

Thursday, 4 August 2016

KELUARGA NABI MUHAMMAD SAW ( ABDULLAH)

dia adalah seorang bapak Rasullah SAW. ibunya ada fathimah binti amr bin imran bin a'idz bin makhzum bin Yaqzhah bin Murrah. abdullah adalaha nak abdul Muthalib yang paling bagus dan paling dicintai. abdullah inilah yang mendapatkan undian untuk disemblih dan dikorbankan sesuai nadzar abdul Muthalib. ringkasnya tatkala anak-anaknya sudah berjumlah 10 orang dan tau bahwa dia tidak lagi mempunyai anak, maka dia memberi tau nadzar kepada anak-anaknya. ternyata mereka patuh. kemudian dia menulis nama-nama mereka di dalam anak panah untuk diundi, lalu diserahkan kepada patung hubal. setelah anak-anak panah itu di ocok dan dikeluarlah nama Abdllah. maka Abdul Muthalib menuntun abdullah sambil membawa parang. berjalan menuju kakbah untuk menyemblih anaknya itu. namun orang-orang quraisy mencegahnya, terutama paman-pamannya dari pihak ibu dari bani Makhzum dan saudaranya abu thalib.

"kalau begini apa yang harus kulakukan sehubungng nadzarku ini?" tanya abdul muthalib kebingungan.

mereka mengusulkan untuk menemui seorang dukun perempuan. maka dia pun menemui dukunitu. sesampainya di tempat dukun itu, dia diperintahkan untuk mengundi Abdullah dengan sepuluh ekor unta. jika yang keluar nama Abdullah, maka dia harus menambahi lagi dengan 10 ekor unta, hingga tuhan ridho. jika keluar nama unta maka unta-unta itulah yang disemblih. maka dia keluar dari tempat dukun wanita itu dan mengundi antaranama Abdullah dan sepuluh ekor unta, maka ternyata yang keluar adalah nama Abdullah. maka dia menambahhi lagi 10 ekor unta. setiap kali yang diadakan undian brikutnya, yang keluar adalah nama abdullah, hingga jumlahnya 100 ekor onta. baru setelah itu undia yang keluar nama onta. maka onta-onta itupun disemblih, sebagai ganti abdullah. daging-daging onta tersebut dibiarkan saja, tidak boleh dijamah manusia maupun binatang. tebusan pembunuhan memangberlaku di kalangan Quraisy dan bangsa arab adalah 10 ekor unta. namun setelah kejadian itu, jumlahnya berubah menjadi 100 ekor unta, yang juga diakui islam. diriwayatkan dari nabi Muhammad SAW, bahwa beliar bersabda.

" aku adalah anak dua orang yang di semblih"

makudnya adalah ismail AS dan Abdullah.

abdul Muthalib menikahkan anaknya. Abdullah dengan Aminah binti Wahb bin Abdi manaf bin Zuhrah bin kilab. yang saat itu aminah diangap wanita piling terpandang dikalangan kaum quraisy dari segi keturunan maupun kedudukan. bapaknya adalah pemuka bani Zuhrah Abdullah hidup bersamanya di Makkah. tak lama kemudia Abdul Muthalib mengutusnya pergi ke Madinah untuk mengurus qurma. namundia meninggal di sana. ada yang berpendapat, abdulah pergi ke Syam untuk berdagang. lalu bergabung dengan khalifah Quraisy. lalu ia singgah di madinah dalam keadaan sakit, lalu meninggal dunia sebelum Nabi Muhammad SAW dilahirkan>.

Sunday, 31 July 2016

KISAH TENTARA GAJAH ABRAHAH

Abrahah Ash-Shabbah Al-Habsy, gubenur yang bekuasa di yaman dari Najasy, membangun sebuah gereja yang sangat besar di Shan'a, karena dia melihat bangsa arab yang melaksanaakn haji di kakbah. dengan adanya gereja yang sangat besar itu dia menginginkan untuk mengalihkan pusat kegiatan haji ke sana. seorang dari bani Kinanah mendengar niat abraham ini. maka selagi tengah malam dan dengan cara mengendap-endap, dia masuk kedalam gereja dan melumuri kotoran ke pusat kiblatnya. tentu saja abraham sangat marah setelah mengetahui hal ini. dengan membawa seglar pasukan yang jumlahnya mencapai enam puluh ribu prajurit, dia menuju kakbah untuk menghancurkannya. untuk kendaraanya dia memilih seekor gajah yang paling besar, di samping sembilan atau tiga belas ekor gahaj yang lain di tengah pasukannya. sesampai di dekat makkah, Abraham mempersiapkan pasukannya dan sesampai di dekat makkah, Abraham mempersiapkan pasukannya dan gajahnya, siap untuk menginvansi Makkah. setibanya di Wadi Mahsar, yaitu antara muzdalifah dan mina, tiba-tiba gajahnya menderum dan tak mau bangkit lagi menuju kakbah. setiap kali mereka mengalihkannya ke arah selatan, utara, timur, atau barat yang berlawanan dengan arah kakbah, gajah itu mau berdiri dan hendak lari. namun jika diarahkan ke arah kakabh lagi dia menderum. tatkala keadaan mereka seperti itulah maka Allah menirimkan burung-burung ababil di atas mereka, lalumenjatuhkan batu-batu dari tanah yang panas, sehingga mereka tak ubahnya daun-daun kering yang di makan ulat. burung-burung itu menyerupai Khathathif dan Balsan. setiap burung membawa tiga biji batu yang dipatuknya, setiap burng membawa tiga biji batu yang di patuknya , dan dua batu di kakinya, yang besarnya sebesar biji kacang. batu-batu tersebut tidak menimpa salah seorang dari mereka, melainkan sendi-sendi tulanggnya terlepas dan tak lama kemudian meekapun mati. tidak semuanya terkena batu-batu itu. dan akhirnya mereka berserabutan lari, sebagian menabrak sebagian yang lain hingga banyak yang jatuh terinjak-injak dan mereka mati berserakan. tentang abraham sendiri aALlah mengirim pengakit kepadanya, sehingga sendi-sendinya terlepas sendiri-sendiri. setibanya di sana'a dia tak uabnya anak burung, dadanya terbelah hingga menampakkna jantungnya.

sementara saat itu orang Quraisy berpnecar-pencar menjadi beberapa kelompon dan mengungsi ke atas gunung, karena takut atas invansi pasukan Abrahah. setelah pasukan abraham mengalami kejadian seperti itu. mereka kembali ke rumah dalam keadaan selamat dan aman.

pristiwa itu terjadi pada bulan Muharram, limapuluh atau lima puluh lima hari sebelum kelahiran nabi Muhammad SAW, atau tepatnya pada akhir bulan Februari atau awal bulan maret 571 M. pristiwa ini merupakan Prolog yang dibukakan Allah unutk Nabi dan Baiatnya. sebab selagi pandangan kita mengarah pada baitul Maqdis, maka kita melihat musuh-musuh Allah yang menguasaai kiblat ini, selagi rakyatnya orang-orang muslim seperti peristiwa Bukthanasharpada tahun 587 SM. dan orang-orang Romawi pada tahun 70M. tetapi kakbah tidak pernah dikuasaai oleh orang-orang Nasrani (saat itu mereka disebut orang-orang muslim), sekalipun penduduknya orang-orang Musyrik.

kabar tentang peristiwa ini cepat menjalar ke wilayah-wilayah yang sudah maju pada zaman itu. habasyah saat itu mempunyai hubungan yang kuat dengan bangsa Romawi. sementara bangsa Persi segera pergi ke Yaman seteleh pristiwa itu. dua pemerintahan ini merupakan dua peradaban maju dan beradad di dunia saat itu. maka peristiwa tersebut mengalihkan pandangan duia dan sekaligus menunjukkan kemulian Baitullah, yang telah di pilih Allah untuk peristiwa pesucian. jadi karena itu jika ada di antara masyarakat yang bangkit menyatakan nubuwan, maka itu merupakan penafsiran yang di tuntut dari peristiwa ini, dan sekaligus merupakan penafsiran dari hilamh yang tersembunyi mengaa ada pertolongan dari Allah, orang-orang Musyrik yang berhadapan dengan orang-orang yang memiliki iman, yang semuanya berjalan tanpa bisa di jangkau dalam kausalitas.

(Sumber. Sirah nabawiyah. Karangan shafuyyurahman al mubarakfury)

KISAH PENGGALIAN SUMUS ZAMZAM DIMASA ABDUL MUTHALIB (KAKEK NABI MUHAMMAD SAW)

pada awal mulannya dia bermimpi disuruh menggali lagi sumur zam-zam dan mencari tempatnya. maka dia pun melaksanakan perintah dalam mimpinya. ternyata didalamnya dia mendapatkan benda berharga yang dulu dipendam oleh orang-orang jurhum tatkala mereka sedang  berkuasa. benda-benda itu berupa beberapa pedang, baju perang, dan pangkal pelana, yang semuanya terbuat dari emas. kemudian dia menjadikan pedang-pedang itu sebagai pintu kakbah dan memasang dua pangkal pelana di pintunya. abdul muthalib tetap menangani urusan air zam-zam bagi orang yang menunaikan haji.

tatkala sumur zamzamitu ditemukan kembali oleh abdul Muthalib, maka orang-orang quraisy ingin ikut campur tangan menanganinya. mereka berkata, "kami ingin bersekutu"

"tidak bisa. ini adalah urusan yang khusus berada di tanganku," kata Abdul Muthalib dia tidak mau menyerahkan begitu saja masalah ini kepada mereka kecuali setelah menyerahkan keputusan kepada seorang dukun wanita dari Sa'd. mereka tidak akan pulang kecuali setelah Allah menunjukkan jalanbahwa Abdul Muthalib yang memang berhak menangani Zamzam. pada saat itu pula abdul Muthalib bernadzar jika Allah memberikan sepuluh anak, maka dia akan mengorbankan (menyemblih salah satu di antara mereka di hadapan kakbah.

KELUARGA NABI (ABDU MANAF)

penanganana air minum dan makanan sepeninggalnya hasyim ada di tangan saudaranya, al-muthalib bin abdu manaf, seorang lelaki yang terpandang dn di patuhi yang terhormat di tengah kaumnya dan dijuluki orang-orang Quraisy Alfayyad (sang dermawan), karena dia memang seorang yang dermawan, tatkala al-muthalib mendengar bahwa assyaiba (abdul Muthalib) menjadi oseorang pemuda atau yang lebih tua lagi maka ia mencarinya. setelah keduanya dipertemukan maka al-muthalib meneteskan air mata karena haru, lalu ia pun memeluknya dan sia bermaksud membawanya. namun abdul Muthalib menolak ajakan tersebut kecuali jika ibunya mengizinkan. maka al-muthalibpun memohon kepada ibu abdul Muthalib. namun permohonan itu juga di tolak.

"sesunggunya ia akan pergi di tengah kerajaan bapaknya dan tanah suci Allah," kata al-Muthalib mengajak.

akhirnya ibunya mengizinkan. maka abdul Muthalib di bawa ke makkah dengan di boncengkan di atas untanya. sesampai di makkah, orang-orang berkata, " inilah dia Abdul Muthalib."

abdul muthalib menetap di rumah al-muthalib hingga menjadi besar. kemudian al-muthalib meninggal dunia di yaman. maka abdul muthalib menggantikan kedudukannya. dia hidup ditengah kaumnya dan memimpin mereka seperti yang dialakukan bapak-bapaknya terdahulu. dia mendapat kehormatan yang tingggi di tengah kaumnya, yang tidak pernah di proleh bapak-bapaknya terdahulu.

namun Naufal ( adik bapak Abdul Muthalib atau pamannya sendiri) merebut sebagia wilayah kekuasaannya, yang membuat abdul-Muthalib marah. maka ia meminta dukungan kepada beberapa pimpinan Quraisy untuk mengahadapi pamannya. namun mereka berkata."kami tidak ingin mencampuri urusan kamu dengan pamanmu". maka aia menulis surat yang ditujukan kepada paman-pamannya dari pihak ibunya, bani An-Najjar, berisi beberapa bait syair yang initinya meminta pertolongan kepada mereka, salah seorang pamannyal, abu Sa'd bin Ady membawa delapan puluh pasukan berkuda, lalu singgah di pinggiran makkah. abdul Muthalib menemui pamnnya disana ia berkata, " mari singgah ke rumah wahai paman".

"tidak demi Allah, kecuali setelah aku bertemu Naufal," kata pamannya.

lalu sa'd mencari Naufal, yang saat itu sedang susuk di hijr bersama beberapa pemuka Quraisy. abu Sa'd lansung menghunus pedangnya dan berkata : demi [enguasa Kakbah, jika engkau tidak mengembalikan wilayah kekuasaan anak saudariku, maka aku akan menebas pedang ini ke batang lehermu".

aku sudah mengembalikannya" kata naufal.

pengembalian ini dipersaksikan para pemuka Quraisy, baru setelah iru Sa'd meu singgah ke rumah Abdul-Muthalib dan menetap di sanan selama tiga hari. stelah itu dia melaksanakan umrah lalu pulang ke madinah.

melihat perkembangan ini naufal mengadakan perjanjian persahabatan dengan bani Abdi Syams bin Abdi Manaf untuk mengahadapi Bani Hasyim. Bani Khuza'ah yang melihat bani Annajar terhadap Abdul muthalib maka mereka berkata " kami juga melahirkannya sebagai mana kalian telah melahirkannya. oleh karenaitu kami juga berhak mendukungnya. " hal ini bisa dimaklumi, karena ibu abdi manaf berasal dari keturunan mereka. maka mereka memasuki Darun Nadwah dan mengikat perjanjian persahabatan dengan bani Hasyim unutk menghadapi bani Abdi Syams yang sudah bersekutu dengan Naufal. perjanjian sahabat inilah yang menjadi sebab penaklukan makkah.

diantara pristiwa penting yang terjadi di Baitul haram semasa abdul Muthalb adalah penggalian sumur zam-zam dan peristiwa pasukan gajah.

cerita ringkas dari peristiwa pertama, pada awal mulannya dia bermimpi disuruh menggali lagi sumur zam-zam dan mencari tempatnya. maka dia pun melaksanakan perintah dalam mimpinya. ternyata didalamnya dia mendapatkan benda berharga yang dulu dipendam oleh orang-orang jurhum tatkala mereka sedang  berkuasa. benda-benda itu berupa beberapa pedang, baju perang, dan pangkal pelana, yang semuanya terbuat dari emas. kemudian dia menjadikan pedang-pedang itu sebagai pintu kakbah dan memasang dua pangkal pelana di pintunya. abdul muthalib tetap menangani urusan air zam-zam bagi orang yang menunaikan haji.

tatkala sumur zamzamitu ditemukan kembali oleh abdul Muthalib, maka orang-orang quraisy ingin ikut campur tangan menanganinya. mereka berkata, "kami ingin bersekutu"

"tidak bisa. ini adalah urusan yang khusus berada di tanganku," kata Abdul Muthalib dia tidak mau menyerahkan begitu saja masalah ini kepada mereka kecuali setelah menyerahkan keputusan kepada seorang dukun wanita dari Sa'd. mereka tidak akan pulang kecuali setelah Allah menunjukkan jalanbahwa Abdul Muthalib yang memang berhak menangani Zamzam. pada saat itu pula abdul Muthalib bernadzar jika Allah memberikan sepuluh anak, maka dia akan mengorbankan (menyemblih salah satu di antara mereka di hadapan kakbah.

ringkasan kisah yang kedua, bahwa Abrahah Ash-Shabbah Al-Habsy, gubenur yang bekuasa di yaman dari Najasy, membangun sebuah gereja yang sangat besar di Shan'a, karena dia melihat bangsa arab yang melaksanaakn haji di kakbah. dengan adanya gereja yang sangat besar itu dia menginginkan untuk mengalihkan pusat kegiatan haji ke sana. seorang dari bani Kinanah mendengar niat abraham ini. maka selagi tengah malam dan dengan cara mengendap-endap, dia masuk kedalam gereja dan melumuri kotoran ke pusat kiblatnya. tentu saja abraham sangat marah setelah mengetahui hal ini. dengan membawa seglar pasukan yang jumlahnya mencapai enam puluh ribu prajurit, dia menuju kakbah untuk menghancurkannya. untuk kendaraanya dia memilih seekor gajah yang paling besar, di samping sembilan atau tiga belas ekor gahaj yang lain di tengah pasukannya. sesampai di dekat makkah, Abraham mempersiapkan pasukannya dan sesampai di dekat makkah, Abraham mempersiapkan pasukannya dan gajahnya, siap untuk menginvansi Makkah. setibanya di Wadi Mahsar, yaitu antara muzdalifah dan mina, tiba-tiba gajahnya menderum dan tak mau bangkit lagi menuju kakbah. setiap kali mereka mengalihkannya ke arah selatan, utara, timur, atau barat yang berlawanan dengan arah kakbah, gajah itu mau berdiri dan hendak lari. namun jika diarahkan ke arah kakabh lagi dia menderum. tatkala keadaan mereka seperti itulah maka Allah menirimkan burung-burung ababil di atas mereka, lalumenjatuhkan batu-batu dari tanah yang panas, sehingga mereka tak ubahnya daun-daun kering yang di makan ulat. burung-burung itu menyerupai Khathathif dan Balsan. setiap burung membawa tiga biji batu yang dipatuknya, setiap burng membawa tiga biji batu yang di patuknya , dan dua batu di kakinya, yang besarnya sebesar biji kacang. batu-batu tersebut tidak menimpa salah seorang dari mereka, melainkan sendi-sendi tulanggnya terlepas dan tak lama kemudian meekapun mati. tidak semuanya terkena batu-batu itu. dan akhirnya mereka berserabutan lari, sebagian menabrak sebagian yang lain hingga banyak yang jatuh terinjak-injak dan mereka mati berserakan. tentang abraham sendiri aALlah mengirim pengakit kepadanya, sehingga sendi-sendinya terlepas sendiri-sendiri. setibanya di sana'a dia tak uabnya anak burung, dadanya terbelah hingga menampakkna jantungnya.

sementara saat itu orang Quraisy berpnecar-pencar menjadi beberapa kelompon dan mengungsi ke atas gunung, karena takut atas invansi pasukan Abrahah. setelah pasukan abraham mengalami kejadian seperti itu. mereka kembali ke rumah dalam keadaan selamat dan aman.

pristiwa itu terjadi pada bulan Muharram, limapuluh atau lima puluh lima hari sebelum kelahiran nabi Muhammad SAW, atau tepatnya pada akhir bulan Februari atau awal bulan maret 571 M. pristiwa ini merupakan Prolog yang dibukakan Allah unutk Nabi dan Baiatnya. sebab selagi pandangan kita mengarah pada baitul Maqdis, maka kita melihat musuh-musuh Allah yang menguasaai kiblat ini, selagi rakyatnya orang-orang muslim seperti peristiwa Bukthanasharpada tahun 587 SM. dan orang-orang Romawi pada tahun 70M. tetapi kakbah tidak pernah dikuasaai oleh orang-orang Nasrani (saat itu mereka disebut orang-orang muslim), sekalipun penduduknya orang-orang Musyrik.

kabar tentang peristiwa ini cepat menjalar ke wilayah-wilayah yang sudah maju pada zaman itu. habasyah saat itu mempunyai hubungan yang kuat dengan bangsa Romawi. sementara bangsa Persi segera pergi ke Yaman seteleh pristiwa itu. dua pemerintahan ini merupakan dua peradaban maju dan beradad di dunia saat itu. maka peristiwa tersebut mengalihkan pandangan duia dan sekaligus menunjukkan kemulian Baitullah, yang telah di pilih Allah untuk peristiwa pesucian. jadi karena itu jika ada di antara masyarakat yang bangkit menyatakan nubuwan, maka itu merupakan penafsiran yang di tuntut dari peristiwa ini, dan sekaligus merupakan penafsiran dari hilamh yang tersembunyi mengaa ada pertolongan dari Allah, orang-orang Musyrik yang berhadapan dengan orang-orang yang memiliki iman, yang semuanya berjalan tanpa bisa di jangkau dalam kausalitas.

abdul muthalib memiliki sepuluh anak laki-laki : al-harits, azzubair, abu thalib, abdullah, hamzah, abu lahb, alghaidaq, al muqawwin, shaffar, al-abbas. ada pula berpendapat, anaknya ada sbelas yang ditambah dengan Qatsam. ada pula yang berpendapat anaknya 13. mereka berpendapat seperti ini menambahkan Abdul kabah, hajla. ada yang berpendapat, absul kakbah adalah al-qawwim dan hajla adalah al-gahidaq. sementara itu tak seorang diantara anak-anaknya yang bernama qatsam. sedangkan anak putrinyaada 6 : ummul hakim atau al-baidha, barrah, atikah, shaffiyah arwa dan umaimah.


Friday, 29 July 2016

KELUARGA NABI (HASYIM)

keuarga nabi Muhammad shallahualaihi wassalam dikenal dengan sebutan keluarga Hasyimiyah, yang dinisbatkan kepada kakeknya, hasyim bin abdu manaf. oleh karena itu ada baiknya jika menyebutkan sekilas tentang keadaan Hasyim da keturunanya.

sebagaimana yang telah disebutkan hasyim adalah orang yang memegang urusan air minum dan makanan dari bani Abdu Manaf, tepatnya tatkala Bani Abdu Mnaf mengikat perjanjian denganbani Abdi-Dar dalam masalah pembagian kedudukan diantara keduanya. hasyim sendiri adalah orang yang kaya raya dan terhormat. dialah orang pertama yang memberikan remukan roti bercampur kuah kepada orang-orang yang menunaikan haji di Makkah. nama aslinya adalah Amru. dia di panggil hasyim karena suka meremukkan roti. dia juga orang pertama yang membuka jalur [erjalanan dagang dua kali dalam setahun bagi orang-orang Quraisy, yaitu sekali pada musim dingin dan sekali pada musim kemarau. seorang penyair berkata tentang hal ini.
" amru yang meremukkan roti bagi kaumnya
kaum makkah yang tertipa musim kering kerontang
dia tetapkan dua kali perjalanan untuk niaga
sekali perjalanan musim kemarau dan penghujan

diantara moment kehidupannya, dia pernah pergi ke Syam untuk berdagang. setiba di madinah Salma biti Amru , dari bani Ady binAn-najjar dan menetap disana bersama istrinya itu. lalu dia melanjutkan perjalanannya ke Syam, sementara istrinya tetap bersama keluarganya, yang saat itu sedang mengandung anaknya, Abdul Muthalib. namun Hasyim meninggal dunia setelah menginjak kaki di Palestina. sementara Salma melahirkan Abdul Muthalib pada tahun 497 M. dengan nama Syaibah, karena ada rambut putih (uban) di kepalanya. adapun pengasuhan selanjutnya diserahkan kepada bapaknya salma di Yastrib. sementara tak seorang pun dari keluarga Hasyim di Makkah yang merasakan kehadiran Abdul Muthalib. Hasyim mempunyai empat putra : Asad, Abu Shaify, Nadhlah dan Abdul Muthalib: dan lima putri : Asy-Syifa', Khalidah, Dhaifah, Ruqayyah dan jannah.


NASAB NABI MUHAMMAD SAW

ada tiga bagian nasab nabi Muhammad SAW:
1. bagian yang disepakati kebenarannya pleh para pakar biografi dan nasab, yaitu sampai adnan.
2. bagian yang mereka perselihkan, yaitu antara nasab yang tidak diketahui secara pasti nasab yang harus dibeicarakan, tepatnya Adnan ke atasa hingga Ibrahim AS.
3. bagian yang sama sekali tidak kita kita ragukan bahwa di dalamnya ada hal-hal yang tidak benar, yaitu Ibrahim ke atas hingga Adam.

inilah rincian dari tiga bagian tersebut:
bagian pertama : Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib ( yang bernam Syaibah), bin Hisyam (yang namanya Amru), bin Abdu Manaf ( yang namanya Al-mughirah), bin Qushay ( yang namanya Zaid) bin Kilab bin Murrah bin ka'b bin Lu'ay bin Ghalib bin Fihr (yang berjulukkan Quraisy dan menjadi cikal bakal nama kabilah), bin Kinanah, bin Khuzaimah, bin Mudrikah (yang namanya Amir), bin Ilyas, bin Mudhar, Bin Nizar, Bin Ma'ad bi Adnan.

bagian kedua : adnan dan seterusnya, yaitu bi Ud, bin Hamaisa' bin Salaman, bin Aush, bin Bauz bin Qimwal bin Ubay bin Awwam, bin Nasyid bin Haza bin Baldas bin Yadlaf bin Thabikh bin Jahim bin Nahasy bin Makhy bin Aidh bin Abqar bin Ubaid bin Adda'a bin Hamdan bin Sinbar bin Yatsriby, bin Yahzan, bin Yalhan, bin Ar'awy bin Aidh, bin Daisyan bin Aishar bin Afnad bin Aiham bin Muqshir bin Nahits bin Zarih bin Sumay bin Muzay bin Iwadhah, bin Aram bin Qaidar, bin Ismail, Bin Ibrahim.

bagian ketiga : Ibrahim dan seterusnya yaitu bin Tarih (yang namanya Azar) bin Nahur bin Saru' atau sarugh bin Ra'u bin Falakh , bin Aibar bin Syalakh bin Arfakhsyad bin sam bin Nuh AS bin lamk, bin Matausyakh, bin Akhbukh atau Idris AS, bin Yard bin Mahlail binQaiman, bin Yanisya, bin Syaits bin Adam AS.